Iran Klaim 4 Kapal Tanker Terbakar, Selat Hormuz Kian Mencekam
Iran mengklaim empat kapal tanker terbakar akibat ranjau laut dan dua kapal lainnya ditahan di tengah ketegangan Selat Hormuz.
Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut Iran kini menghadapi "perang skala penuh di bidang ekonomi, militer, dan keamanan" setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan gelombang sanksi baru yang bertujuan semakin mengisolasi perekonomian negaranya.
Pezeshkian mengakui masyarakat Iran sedang menghadapi banyak masalah. Menurut dia, pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah berbagai persoalan tersebut semakin membebani masyarakat.
"Saya memahami bahwa kita memiliki banyak masalah di masyarakat saat ini. Kami berupaya mencegah hal-hal tersebut semaksimal mungkin," ujar Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah, dilansir AFP, Minggu (23/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah AS bertekad meruntuhkan rezim Iran melalui kampanye sanksi yang baru diumumkan.
Pezeshkian Soroti Dampak Sanksi AS
Menanggapi langkah Washington tersebut, Pezeshkian mengatakan kondisi Iran saat ini merupakan konsekuensi dari tindakan Presiden AS Donald Trump.
"Dia mengatakan sedang menjatuhkan sanksi yang paling menghancurkan dan mengerikan terhadap Iran," kata Pezeshkian.
Menurut Pezeshkian, pemerintah Iran terus berupaya mengatasi persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Pemerintah juga berusaha memastikan masa depan warga tetap terjamin.
"Kami berupaya sekuat tenaga untuk mengatasi inflasi, masalah penghidupan, pengangguran, serta menjamin masa depan rakyat, agar mereka dapat hidup dengan bermartabat dan penuh kebanggaan," ujar Pezeshkian.
Iran dalam beberapa tahun terakhir menghadapi beberapa gelombang protes massal. Kesulitan ekonomi, termasuk inflasi dan fluktuasi nilai tukar yang menurunkan daya beli, kerap menjadi pemicu.
Protes Massal Iran dan Tuduhan Keterlibatan AS-Israel
Pada akhir Desember tahun lalu, gerakan protes yang awalnya dipicu kenaikan biaya hidup berkembang menjadi demonstrasi massal yang mengecam pihak penguasa.
Pihak berwenang melaporkan lebih dari 3.000 kematian selama kerusuhan tersebut. Pemerintah Iran juga menuduh Amerika Serikat dan Israel mendalangi kekerasan dalam rangkaian kerusuhan itu.
Namun, sejumlah LSM yang berbasis di luar negeri menyatakan aparat melakukan tindakan keras tanpa pandang bulu yang mengakibatkan ribuan orang tewas.
Perundingan Iran-AS Terhenti
Sebelumnya, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut mengakhiri permusuhan yang dimulai pada Februari dan membuat kedua negara sepakat melanjutkan perundingan menuju kesepakatan final.
Namun, proses perundingan kemudian terhenti. Perselisihan terjadi mengenai pelaksanaan nota kesepahaman serta pengaturan navigasi di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi ekspor minyak dan gas dunia. Perselisihan mengenai pengaturan navigasi di jalur strategis tersebut menjadi salah satu persoalan dalam proses perundingan Iran dan AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran mengklaim empat kapal tanker terbakar akibat ranjau laut dan dua kapal lainnya ditahan di tengah ketegangan Selat Hormuz.
Kasus DBD Sleman turun menjadi 109 hingga Oktober 2026. Dinkes mengingatkan warga rutin melakukan 3M Plus saat musim hujan.
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto divonis 5 tahun penjara karena terbukti menerima suap Rp3,87 miliar terkait pengurusan laporan pertambangan.
Sufmi Dasco Ahmad membantah isu dirinya menjadi cawapres. Dia menduga kabar tersebut muncul untuk mengalihkan perhatian dari kasus penyadapan ilegal.
Oakbar di Oakwood Yogyakarta hadir dengan pengalaman rooftop lebih lengkap, menawarkan aneka kuliner, panorama Kota Jogja, Sizzle Sunset Barbecue, dan hiburan
Industri drama Korea meminta dana investasi 1 triliun won atau Rp13,5 triliun karena jumlah produksi menurun dan biaya operasional terus meningkat.