IRGC Ancam Ungkap Target Serangan Baru, Incar Kabel Internet Hormuz

Newswire
Newswire Selasa, 20 Oktober 2026 15:47 WIB
IRGC Ancam Ungkap Target Serangan Baru, Incar Kabel Internet Hormuz

Sejumlah kapal niaga milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. Menyusul pengumuman Teheran bahwa selat tersebut akan tetap ditutup di tengah ketegangan yang terus berlangsung antara AS dan Iran, ketidakpastian mengenai lalu lintas kapal masih berlanjut di salah satu titik transit energi dan perdagangan paling krusial di dunia./Antara-Fatemeh Bahrami- Anadolu Agency

Harianjogja.com, ISTANBUL—Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan akan mengungkap target serangan dan senjata baru di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Salah satu infrastruktur yang disoroti adalah kabel-kabel internet bawah laut utama yang melintasi Selat Hormuz.

Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, mengatakan terdapat tujuh kabel internet utama yang membentang di bawah selat strategis tersebut. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (19/10).

“Ada tujuh kabel internet utama yang membentang di bawah Selat Hormuz,” kata Mohebbi.

Dia mengklaim seluruh lalu lintas data internet dan komersial melewati kabel-kabel tersebut. Mohebbi kemudian memperingatkan bahwa Iran akan mengungkap target dan persenjataan baru.

“Kami hanya ingin mereka tahu bahwa target-target baru akan diungkapkan. Senjata-senjata baru juga akan diperkenalkan,” tambahnya.

Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah upacara di Museum Pertahanan Suci di Teheran, sebagaimana dilaporkan lembaga penyiaran negara Iran, IRIB.

Dalam kesempatan tersebut, Mohebbi juga bersumpah akan mengusir apa yang disebutnya sebagai sisa-sisa kekuatan Amerika Serikat dari kawasan tersebut.

Iran Soroti Kabel Internet dan Pusat Data

Ancaman terhadap infrastruktur digital sebelumnya juga disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei.

Awal bulan ini, Rezaei mengatakan kepada lembaga penyiaran negara Iran, Press TV, bahwa Teheran dapat menargetkan kabel internet bawah laut, pusat data, dan fasilitas kecerdasan buatan yang terkait dengan Amerika Serikat apabila perang kembali pecah.

“Kami belum memasukkan aset-aset tersebut ke dalam daftar target kami,” kata Rezaei, seraya memperingatkan bahwa infrastruktur tersebut dapat dihancurkan jika konflik kembali terjadi.

Pernyataan para pejabat Iran tersebut menempatkan infrastruktur digital sebagai salah satu objek yang disoroti di tengah ketegangan regional. Kabel internet bawah laut menjadi perhatian karena, menurut klaim Mohebbi, kabel-kabel yang melintasi Selat Hormuz dilalui lalu lintas data internet dan komersial.

Ketegangan AS-Iran dan Situasi Selat Hormuz

Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran merespons dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke berbagai wilayah di kawasan tersebut serta secara efektif menutup Selat Hormuz.

Sementara itu, Washington kemudian memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Amerika Serikat dan Iran selanjutnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni terkait kebebasan navigasi di selat tersebut. Namun, pelaksanaannya terhenti akibat perbedaan pendapat mengenai keamanan di jalur perairan strategis itu.

Di tengah belum tuntasnya perbedaan tersebut, pernyataan IRGC mengenai target dan senjata baru menambah sorotan terhadap potensi meluasnya sasaran konflik, termasuk infrastruktur komunikasi bawah laut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online