Temui Pengungsi, Gibran Pastikan Bantuan Menjangkau Seluruh Warga

Newswire
Newswire Kamis, 20 Agustus 2026 20:47 WIB
Temui Pengungsi, Gibran Pastikan Bantuan Menjangkau Seluruh Warga

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming bersama Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wapres meninjau langsung posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kamis (20/08/2026)./BPMI Sekretariat Wakil Presiden\r\n\r\n

Bisnis.com, SIKKA—Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung posko pengungsian korban gempa di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran berdialog dengan warga untuk mengetahui kondisi sekaligus kebutuhan para pengungsi setelah gempa melanda wilayah Sikka.

Gibran didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Ia menyampaikan duka cita kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana. Gibran juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan yang masih terjadi dalam penanganan di lapangan.

"Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat," kata Gibran, dikutip dari pernyataan Sekretariat Wakil Presiden.

Bantuan Harus Menjangkau Wilayah Sulit Diakses

Gibran meminta pemerintah pusat dan daerah memastikan bantuan dapat diterima seluruh warga yang terdampak gempa. Perhatian khusus diminta diberikan kepada masyarakat yang berada di lokasi sulit dijangkau, termasuk permukiman di kawasan pegunungan.

Kebutuhan dasar para pengungsi juga harus dipastikan tersedia. Kebutuhan tersebut meliputi makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, hingga layanan kesehatan.

Pemerintah juga diminta memperhatikan kelompok rentan yang berada di lokasi pengungsian, seperti ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, serta anak-anak.

Warga Diminta Tak Kembali ke Rumah Rusak

Terkait kondisi pascagempa, Gibran mengimbau warga untuk sementara tidak kembali ke rumah yang mengalami kerusakan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Pemerintah, kata dia, akan memasuki tahap pemulihan dengan memperbaiki berbagai fasilitas yang terdampak bencana.

"Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. [Masih] ada gempa susulan. Kita pastikan nanti rumah yang rusak, sekolah-sekolah, tempat-tempat [lainnya], nanti kita perbaiki," katanya.

Perbaikan nantinya mencakup rumah warga, sekolah, tempat ibadah, serta fasilitas umum lainnya yang terdampak gempa.

Anak Pengungsi Dapat Pendampingan Psikososial

Selain berdialog dengan pengungsi, Gibran juga meninjau kegiatan pendampingan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana.

Kegiatan tersebut dilakukan sejumlah mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia (UI). Para mahasiswa mengajak anak-anak bernyanyi dan bermain tebak-tebakan.

Pendampingan itu dilakukan untuk membantu anak-anak mendapatkan suasana yang lebih nyaman dan mengurangi dampak psikologis akibat bencana selama berada di lokasi pengungsian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online