Gempa M5,6 Guncang Barat Daya Bayah Banten, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Sunartono
Sunartono Senin, 14 September 2026 17:22 WIB
Gempa M5,6 Guncang Barat Daya Bayah Banten, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, JAKARTA—Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah barat daya Bayah, Banten, pada Senin (14/9/2026) sore. Gempa yang terjadi pukul 16.27 WIB tersebut dipastikan BMKG tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 16.27.39 WIB dengan koordinat 8,54 Lintang Selatan dan 105,78 Bujur Timur. Episenter gempa berada di laut, sekitar 186 kilometer barat daya Bayah, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, BMKG menyampaikan parameter gempa tersebut.

"Info Gempa Mag:5.6, 14-Sep-26 16:27:39 WIB, Lok:8.54 LS,105.78 BT (186 km BaratDaya BAYAH-BANTEN), Kedlmn:10 Km ::BMKG," tulis keterangan resmi BMKG.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG Ingatkan Warga Tetap Tenang

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu maupun kabar bohong atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Saat gempa terjadi, warga disarankan segera melindungi kepala dan leher. Masyarakat dapat berlindung di bawah meja yang kokoh atau menuju area terbuka yang jauh dari bangunan tinggi, tiang listrik, dan pohon besar.

Warga juga perlu mewaspadai kemungkinan gempa susulan. Sebelum kembali masuk ke rumah atau bangunan, periksa terlebih dahulu kondisi struktur dan pastikan tidak terdapat keretakan yang dapat membahayakan.

Informasi mengenai perkembangan situasi kebencanaan juga perlu diperoleh dari sumber resmi. Masyarakat dapat memantau pembaruan melalui BMKG, BPBD, atau instansi pemerintah terkait, termasuk situs web resmi BMKG dan akun media sosial terverifikasi @InfoBMKG.

Mitigasi gempa bumi merupakan langkah krusial untuk menekan risiko kerusakan fisik dan jatuhnya korban jiwa saat bencana terjadi. Upaya ini mencakup persiapan sebelum bencana, tindakan saat guncangan berlangsung, hingga langkah pascabencana.

Sebelum terjadi gempa, masyarakat dianjurkan memahami struktur bangunan yang aman serta menyiapkan jalur evakuasi dan tas siaga bencana. Ketika guncangan terjadi, hal paling utama adalah tetap tenang, melindungi kepala dan leher, serta segera berlindung di bawah meja yang kokoh atau menuju area terbuka yang jauh dari bangunan tinggi, tiang listrik, dan pohon besar.

Setelah situasi mereda, masyarakat perlu memeriksa kondisi sekitar dari potensi gempa susulan maupun bahaya lainnya, serta memastikan seluruh pembaruan informasi kebencanaan hanya diperoleh melalui saluran resmi seperti BMKG atau BPBD agar terhindar dari kabar bohong (hoaks).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online