Iran Tetap Tutup Selat Hormuz hingga AS Penuhi Komitmen Damai

Newswire
Newswire Selasa, 18 Agustus 2026 20:27 WIB
Iran Tetap Tutup Selat Hormuz hingga AS Penuhi Komitmen Damai

Ilustrasi - Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/aa.)\r\n

Harianjogja.com, ISTANBUL—Iran menegaskan Selat Hormuz belum akan dibuka kembali sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi seluruh komitmen dalam nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara. Komitmen tersebut antara lain mencakup pencabutan blokade, pembebasan aset yang dibekukan, pencabutan sanksi minyak, serta penghentian ancaman dan operasi militer.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan sikap tersebut dalam pidatonya pada sidang parlemen. Menurut kantor berita Iran IRNA, Iran menyatakan akan menggunakan jalur diplomatik maupun militer untuk membuat AS memahami konsekuensi dari tindakannya.

"Saya tegaskan, selama AS belum memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman, termasuk mencabut blokade, membebaskan aset yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, menghentikan ancaman dan operasi militer di semua lini, serta melaksanakan ketentuan-ketentuan lain yang telah dijanjikan dalam nota kesepahaman tersebut, maka Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali," kata Ghalibaf.

Iran Siapkan Jalur Diplomatik dan Militer

Ghalibaf yang juga merupakan Ketua tim negosiasi Iran dalam pembicaraan dengan AS mengatakan negaranya tengah mengupayakan kekuatan logika dan logika kekuatan.

Upaya tersebut ditempuh melalui koordinasi diplomatik maupun militer. Menurut dia, periode yang ditetapkan dalam nota kesepahaman, termasuk pencabutan blokade AS dan gencatan senjata, telah membantu Iran meningkatkan ketahanan ekonominya sekaligus membangun kembali kemampuan pertahanannya.

"Iran siap, sebanding dengan tindakan dan agresi musuh, untuk memberikan kekalahan lebih telak kepada mereka," tegas Ghalibaf.

Kesepakatan Iran-AS Terhenti di Tengah Perselisihan

Iran dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri permusuhan sekaligus membuka periode 60 hari untuk negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Namun, pembicaraan berikutnya terhenti karena kedua pihak masih berselisih mengenai pelaksanaan nota kesepahaman. Perselisihan juga menyangkut pengaturan pelayaran melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi ekspor minyak dan gas dunia.

Kondisi tersebut membuat pembukaan kembali Selat Hormuz masih bergantung pada pemenuhan komitmen yang disebut Iran menjadi bagian dari nota kesepahaman.

AS Sebut Dialog dengan Iran Makin Intens

Di tengah ketegangan tersebut, utusan Khusus Amerika Serikat Jared Kushner mengatakan komunikasi antara Washington dan berbagai pihak dalam pemerintahan Iran kini berlangsung lebih intens dibandingkan sebelumnya.

Menurut Kushner, kedua negara masih melakukan dialog dan proses perundingan akan terus berjalan.

"Saya akan mengatakan bahwa percakapan antara pemerintah AS dan berbagai pihak dalam pemerintahan Iran di semua bidang mungkin lebih intens dibandingkan sebelumnya. Jadi, telah ada banyak dialog yang baik," kata Kushner dalam wawancara dengan Fox News, Senin (17/8).

Kushner mengatakan Presiden AS Donald Trump akan bersikap sabar dalam proses tersebut. Menurutnya, Trump tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dan akan menunggu sampai waktu yang dianggap tepat.

"Presiden Trump akan bersabar. Dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan. Dia akan membuat kesepakatan yang tepat ketika waktunya sudah tepat. Namun, kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat positif dan aktif," kata Kushner.

Dengan demikian, di satu sisi Iran mempertahankan sikap bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum AS memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman. Di sisi lain, AS menyatakan komunikasi dengan berbagai pihak di pemerintahan Iran terus berlangsung secara aktif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online