BNPB Kirim Bantuan ke Korban Gempa di Palue Lewat Laut dan Udara

Newswire
Newswire Senin, 17 Agustus 2026 22:47 WIB
BNPB Kirim Bantuan ke Korban Gempa di Palue Lewat Laut dan Udara

Seorang personel SAR sedang berada di lokasi pencarian hari kedua di Manggarai, Minggu (16/8/2026). ANTARA/Ho-Kantor SAR Maumere.\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan dikirim melalui jalur laut dan udara untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga di wilayah kepulauan yang terdampak gempa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan bantuan dikirim secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi wilayah terdampak.

“Bantuan dikirim melalui jalur laut dan udara untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan yang terdampak gempa magnitudo 7,7 tersebut,” kata Berton dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Bantuan yang dikirim pada Senin meliputi 150 tenda keluarga, 400 matras, enam genset beserta enam jeriken BBM berkapasitas 20 liter, serta 10 boks peralatan listrik.

BNPB juga menyalurkan 600 paket sembako, 100 dus air minum, 1,6 ton beras, 300 selimut, 100 paket hygiene kit, 100 paket kidsware, dan 150 liter minyak goreng.

Ferry KMP Ile Ape yang mengangkut bantuan tersebut tiba di Pulau Palue pada pukul 17.20 WITA. Setelah bersandar, bantuan langsung dibongkar untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Setelah bersandar, bantuan segera dimobilisasi dan diterima langsung oleh Sekretaris Camat Palue Maria Bernadeta Roja,” ujar Berton.

Sebelumnya, bantuan tahap pertama telah dikirim pada Minggu (16/8/2026) menggunakan speedboat milik Polair.

Distribusi Bantuan Terkendala Jalan Rusak

Penyaluran bantuan kepada warga terdampak masih menghadapi sejumlah kendala. Kondisi beberapa ruas jalan yang rusak akibat gempa membuat distribusi melalui jalur darat membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Meski demikian, tim gabungan tetap melakukan mobilisasi melalui jalur darat agar bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selain bantuan logistik, penanganan juga dilakukan terhadap infrastruktur kelistrikan di wilayah terdampak. Berdasarkan data PLN UP3 Flores Bagian Timur per Senin pukul 17.00 WITA, sebanyak empat dari enam gardu distribusi yang terdampak telah kembali menyala.

Sementara itu, dua gardu lainnya masih mengalami padam. Perbaikan jaringan listrik terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan bagi masyarakat.

Penanganan darurat juga mencakup dukungan kesehatan. BNPB bersama unsur terkait menyalurkan obat-obatan dan mengerahkan delapan tenaga medis dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Puskris Kemenkes).

Tenaga medis tersebut memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak gempa di Pulau Palue.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan unsur terkait masih melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sekaligus memetakan kebutuhan lanjutan di lokasi terdampak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online