Gempa M 7,7 di NTT Tewaskan 38 Orang, Bandara dan RS Terdampak
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Ilustrasi pengiriman bantuankorban gempa menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI AU. / dok. KBRI Ankara\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Polri menyiapkan 260 personel untuk memperkuat penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari total kekuatan tersebut, sebanyak 137 personel telah diberangkatkan menuju Flores pada tahap awal, Sabtu (15/8) malam. Pengerahan ini ditujukan untuk memperkuat evakuasi, pencarian dan pertolongan korban, pelayanan kesehatan, identifikasi korban, hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan personel yang diberangkatkan pada tahap awal terdiri dari berbagai unsur yang memiliki tugas berbeda dalam penanganan bencana.
“Terdiri dari personel SAR Brimob sebanyak 101 personel, personel Disaster Victim Identification (DVI) dan Dokkes sebanyak 14 personel, personel humas sembilan personel, personel Slog tiga personel, dan personel Propam 10 personel. Total sekitar 137 personel,” katanya dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu.
Polri Fokus Evakuasi dan Pertolongan Korban
Johnny mengatakan pengerahan kekuatan tersebut merupakan bagian dari langkah Polri untuk memperkuat penanganan bencana gempa di Flores dan wilayah NTT.
Selain mendukung proses evakuasi serta pencarian dan pertolongan korban, personel yang dikerahkan juga bertugas mendukung pelayanan kesehatan, identifikasi korban, dan pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak.
Menurut dia, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri dalam penanganan bencana gempa di Flores dan wilayah NTT.
“Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” katanya.
Kekuatan personel akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Polri memastikan dukungan akan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak gempa Flores.
“Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan maksimal dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan masyarakat serta penanganan dampak bencana di wilayah Flores dan NTT,” ujarnya.
Polda NTT dan Polres Diminta Turun Langsung
Sebelumnya, Polri telah memerintahkan jajaran Polda NTT dan para Kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung bersama stakeholder terkait.
Jajaran tersebut ditugaskan melakukan evakuasi sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa Flores.
Posko-posko bantuan juga telah didirikan di lokasi aman. Keberadaan posko tersebut digunakan untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, serta penyaluran bantuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Telkom menambah genset untuk menjaga stabilitas layanan telekomunikasi di Flores, NTT, yang terdampak gempa M7,7.
Dompet Dhuafa mengerahkan tim medis dan membuka Pos Hangat untuk membantu penyintas gempa NTT M7,7 di Maumere dan Manggarai Timur.
Gempa susulan M5,2 mengguncang NTT Minggu pagi. BMKG mencatat 235 gempa susulan dan meminta masyarakat tetap waspada.
Bayern Muenchen juara Telekom Cup setelah menang 3-1 atas Leipzig. Jamal Musiala sempat pingsan setelah mencetak gol.
Polri menyiapkan 260 personel untuk menangani dampak gempa Flores M7,7, termasuk evakuasi, SAR, kesehatan, dan identifikasi korban.