Gempa M7,7 Flores, Sejumlah Bangunan di Kota Bima Rusak
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka dan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah memastikan penanganan darurat hingga penyaluran bantuan akan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
"Pikiran dan doa saya bersama seluruh masyarakat yang terdampak, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, mengalami kerusakan tempat tinggal, maupun yang saat ini masih berada dalam situasi sulit akibat bencana," kata Gibran dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Gibran mengatakan pemerintah akan berupaya maksimal menangani dampak gempa yang berpusat di Kabupaten Nagekeo tersebut. Penanganan meliputi proses evakuasi, pendataan dampak bencana, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Menurut dia, pemerintah akan bergerak cepat untuk memastikan bantuan dapat disalurkan kepada warga. Koordinasi antarlembaga juga akan diperkuat agar proses penanganan di lapangan berjalan efektif.
"Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," ujar Gibran.
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo
Gempa bumi tektonik berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada kedalaman 15 kilometer.
Episenter gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB.
Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di sejumlah wilayah NTT. Getaran juga dirasakan hingga Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Beberapa daerah di Sulawesi Selatan yang dilaporkan merasakan guncangan antara lain Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.
Gempa tersebut juga menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan bangunan di sejumlah wilayah. Proses pendataan kerusakan dan korban masih dilakukan oleh pemerintah bersama unsur terkait.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena melaporkan lima orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (15/8/2026).
Melki mengatakan data tersebut merupakan laporan sementara yang diterimanya saat menggelar jumpa pers bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri di Kupang.
“Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang,” kata Melki di Kupang, Sabtu.
Data korban dan dampak kerusakan masih terus diverifikasi bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur pencarian dan pertolongan.
Pemerintah juga masih melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat di sejumlah wilayah yang merasakan guncangan gempa. Penanganan darurat diarahkan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat proses evakuasi dan pendataan di lokasi terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
Pengamat UI Muhammad Syaroni Rofii mendorong pemerintah memperkuat sektor energi dan mengurangi ketergantungan impor di tengah geopolitik global.