Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif Diputus dalam 663 Hari Pemer

Akbar Evandio
Akbar Evandio Jum'at, 14 Agustus 2026 10:47 WIB
Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif Diputus dalam 663 Hari Pemer

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintahannya telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan atau 663 hari masa pemerintahan. Menurut Prabowo, kebijakan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara, termasuk masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintahan yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara," kata Prabowo.

Satu Kebijakan Transformatif Setiap Lima Hari

Prabowo mengatakan sebagian persoalan yang menjadi sasaran kebijakan transformatif merupakan masalah lama yang belum mampu diselesaikan pemerintahan sebelumnya.

"Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan," ujarnya.

Berdasarkan jumlah kebijakan yang disebutkan tersebut, Prabowo menghitung pemerintahannya rata-rata menetapkan satu kebijakan transformatif setiap lima hari sejak mulai menjalankan pemerintahan.

"Artinya kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," katanya.

Menurut Prabowo, pelaksanaan agenda transformasi tersebut turut membuat beban kerja para menteri dan pembantunya menjadi tinggi. Sejumlah menteri bahkan disebut mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan.

"Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja. Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapekan," tutur Prabowo.

Prabowo Janjikan Waktu Istirahat Lebih Banyak

Di tengah tingginya beban kerja tersebut, Prabowo mengatakan akan memberikan waktu istirahat lebih banyak kepada para menteri dan pembantunya pada sisa masa jabatan.

"Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dengan nada bercanda. Dia mengatakan para menterinya tidak langsung percaya terhadap janji tersebut.

"Dan mereka menjawab janji tinggal janji," ujar Prabowo disambut suasana hangat dalam ruang sidang.

BPK Disebut Selamatkan Keuangan Negara Rp112 Triliun

Selain capaian kebijakan transformatif, Prabowo dalam pidato yang sama menyoroti hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sepanjang 2025.

Menurut Prabowo, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK selama 2025 menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 triliun.

Hal tersebut disampaikan dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan BPK memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan sesuai ketentuan. Lembaga tersebut juga disebut berperan memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan secara tepat.

"BPK menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat," kata Prabowo.

Dia menyebut rekomendasi dari pemeriksaan BPK sepanjang 2025 memberikan dampak terhadap penyelamatan keuangan negara dengan nilai yang mencapai ratusan triliun rupiah.

"Sepanjang 2025, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 triliun," ujarnya.

Kepercayaan Internasional kepada Auditor Indonesia Disebut Meningkat

Prabowo juga menyoroti meningkatnya kepercayaan internasional terhadap lembaga audit Indonesia.

Menurut dia, BPK berhasil mendapatkan posisi strategis dalam organisasi dan lembaga internasional yang berkaitan dengan tata kelola serta pemeriksaan keuangan publik.

"Kepercayaan dunia kepada auditor Indonesia juga meningkat," kata Prabowo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online