Belajar dari Dunia, Revisi UU Hak Cipta RI Jangan Sampai Jadi Bumerang
Revisi UU Hak Cipta berisiko rugikan media dan publik. Belajar dari negara lain, RI diminta hati-hati.
Harian Jogja/Stefani Yulindriani\r\nPedagang sayur di Pasar Beringharjo, Ida Chabibah memaparkan terkait dengan harga pangan terkini di Pasar Beringharjo pada Rabu (1/7/2026). \r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah memperkuat jaringan Warung Pangan sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas harga pangan di pasar tradisional. Melalui ID FOOD, penguatan dilakukan terhadap lebih dari 28.438 mitra Warung Pangan yang telah beroperasi di berbagai daerah agar distribusi komoditas pangan menjadi lebih efisien sekaligus menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
Langkah tersebut dinilai mampu memanfaatkan infrastruktur perdagangan yang telah tersedia sehingga pemerintah tidak selalu bergantung pada pelaksanaan operasi pasar atau pasar murah untuk mengendalikan harga pangan.
Warung Pangan Jadi Instrumen Pengendali Harga
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan keberadaan Warung Pangan memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan harga berbagai komoditas di pasar tradisional.
"Keberadaan warung-warung ini justru menjadi instrumen yang paling penting bagi kita untuk kemudian menjaga harga," kata Hanif dalam peluncuran Warung Pangan ID FOOD di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin.
Menurut Hanif, optimalisasi jaringan warung yang sudah tersebar di berbagai daerah menjadi solusi yang lebih efektif dibandingkan harus terus menggelar operasi pasar dalam skala besar.
Ia menjelaskan banyak pedagang di pasar tradisional masih menghadapi keterbatasan untuk memperoleh pasokan langsung dari industri maupun distributor utama. Kondisi tersebut membuat rantai distribusi menjadi lebih panjang sehingga harga pangan yang diterima masyarakat menjadi lebih tinggi.
Karena itu, pemerintah mendorong ID FOOD sebagai BUMN holding pangan memperluas kemitraan Warung Pangan agar distribusi komoditas, termasuk bahan pangan yang berkontribusi terhadap inflasi, menjadi lebih efisien.
"Warung Pangan ini kami harapkan terus berkembang dan tidak hanya (menstabilkan harga) pada barang-barang yang menjadi subsidi pemerintah, tetapi juga barang-barang yang kemudian menyebabkan inflasi. Ini harus mampu ditangani ID FOOD," kata dia.
ID FOOD Perluas Kemitraan dengan Warung Tradisional
Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, mengatakan penguatan jaringan Warung Pangan merupakan bagian dari tugas perusahaan sebagai BUMN pangan dalam menjaga stabilisasi harga melalui perdagangan berbagai komoditas pangan.
“ID FOOD akan mengamankan stabilisasi harga di luar barang-barang subsidi,” ujarnya.
Menurut Ghimoyo, perusahaan akan memperluas kemitraan dengan warung-warung pangan di pasar tradisional sehingga pasokan dapat disalurkan dengan harga yang lebih kompetitif.
Dalam skema tersebut, mitra Warung Pangan memperoleh harga pasokan tertentu dengan komitmen menjual produk kepada masyarakat sesuai batas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ia menilai model kemitraan tersebut tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui harga yang lebih stabil.
Jaringan Warung Pangan Telah Hadir di 108 Kota
Warung Pangan merupakan aplikasi seluler yang dikembangkan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) bekerja sama dengan BUMN Klaster Pangan serta berbagai jaringan pemasok.
Melalui aplikasi yang tersedia di Play Store dan App Store, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat melakukan pembelian maupun penjualan berbagai komoditas pangan kepada masyarakat.
Saat ini, layanan Warung Pangan telah menjangkau 108 kota, memiliki 28.438 mitra, serta menyediakan 425 produk pangan yang dapat diakses melalui platform digital tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Revisi UU Hak Cipta berisiko rugikan media dan publik. Belajar dari negara lain, RI diminta hati-hati.
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Prof. Romli Atmasasmita optimistis Tim 9 Kejagung mampu menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah.
Badan Geologi melaporkan aktivitas Gunung Sorikmarapi meningkat signifikan. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah.
Komdigi mencatat 9,3 juta pelanggan telah registrasi SIM biometrik hingga Juli 2026. Pemerintah menargetkan 18 juta pelanggan pada akhir tahun.
Pemkab Sleman masih melengkapi syarat administrasi revitalisasi Stadion Tridadi, termasuk legalitas lahan, sebelum diajukan ke Pemerintah Pusat.