Sleman Kendalikan Hama Tikus di 70 Hektare Sawah Tirtoadi
Gerakan pengendalian hama tikus digelar di Tirtoadi, Sleman, mencakup 70 hektare sawah. Baznas turut menyalurkan 75 paket sembako bagi petani.
PBNU menetapkan logo resmi Muktamar Ke-35 NU karya alumni Ponpes Langitan. Logo tersebut mengandung filosofi harmoni Syuriah dan Tanfidziyah. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan logo Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sebagai identitas resmi forum permusyawaratan tertinggi organisasi. Logo tersebut merupakan karya M Shofa Ulum Azmi, alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur, yang menghadirkan filosofi harmoni kepemimpinan dalam tubuh NU.
Penetapan logo ini sekaligus menambah panjang jejak kontribusi Pondok Pesantren Langitan yang berdiri sejak 1852 dalam melahirkan ulama dan kader yang berkhidmah bagi jam'iyah, baik sebelum NU berdiri maupun memasuki abad kedua organisasi.
Berawal dari Sketsa Sederhana
Desainer logo Muktamar Ke-35 NU, M Shofa Ulum Azmi, mengungkapkan proses kreatif pembuatan logo diawali dari sebuah sketsa sederhana yang kemudian berkembang menjadi simbol visual yang merepresentasikan keselarasan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
"Logo ini berawal dari sketsa kasar yang kemudian membentuk dua lingkaran sebagai konstruksi utamanya. Saya memaknai dua lingkaran itu sebagai simbol Syuriah dan Tanfidziyah yang berjalan selaras dalam mengemban khidmah Nahdlatul Ulama," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Shofa menjelaskan desain tersebut menggambarkan hubungan yang saling menguatkan layaknya seorang bapak dan anak. Konsep itu berhasil dirampungkan hanya dalam satu malam sebelum melalui sejumlah tahapan penyempurnaan atau finishing.
Jejak Historis Pondok Pesantren Langitan
Terpilihnya karya alumnus Ponpes Langitan juga mengingatkan pada hubungan historis yang erat antara pesantren tersebut dengan Nahdlatul Ulama.
Dua tokoh utama pendiri NU, yakni Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah, diketahui merupakan murid Pengasuh periode kedua Pondok Pesantren Langitan, KH Ahmad Sholeh.
Tradisi pengabdian itu kemudian berlanjut dari generasi ke generasi melalui para pengasuh berikutnya, mulai KH Muhammad Khozin pada masa awal NU, KH Abdul Hadi Zahid, hingga KH Abdullah Faqih yang pernah mengemban amanah sebagai Mustasyar PBNU.
Kini, estafet khidmah tersebut diteruskan oleh KH Ma'shum Faqih yang menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Kehadirannya juga mencatat sejarah sebagai kiai pertama dari Ponpes Langitan yang duduk di jajaran Tanfidziyah PBNU.
Khidmah Tidak Selalu Lewat Jabatan
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma'shum Faqih menilai dipilihnya logo karya alumnus Langitan menjadi bukti bahwa pesantren di Kecamatan Widang, Tuban, itu terus melahirkan kontribusi nyata bagi jam'iyah melalui berbagai bidang, termasuk kreativitas generasi mudanya.
Menurut Gus Ma'shum, pengabdian kepada Nahdlatul Ulama tidak selalu diwujudkan melalui posisi struktural di organisasi.
"Khidmah kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan. Karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang membawa manfaat bagi organisasi juga merupakan bagian dari pengabdian. Semoga semangat itu terus hidup dan menginspirasi generasi muda nahdliyin," kata dia.
Ia berharap semangat berkarya dan berkhidmah tersebut terus tumbuh serta menginspirasi generasi muda nahdliyin untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi melalui kemampuan dan bidang yang dimiliki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gerakan pengendalian hama tikus digelar di Tirtoadi, Sleman, mencakup 70 hektare sawah. Baznas turut menyalurkan 75 paket sembako bagi petani.
Timnas Voli Putra Indonesia gagal juara SEA V Cup 2026. Pelatih mengungkap kelemahan tim dan peluang bangkit di seri kedua di Indonesia.
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
Amaranta Prambanan Yogyakarta menggelar Amaranta Sunset Trail Walk 2026 pada Sabtu (18/7/2026) sebagai bagian dari perayaan 5th Anniversary Amaranta Prambanan
Lima pemuda asal Pleret ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan dua remaja di Jalan Ireda, Mergangsan. Polisi ungkap motif salah sasaran.
pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam pendidikan di Unisa Yogyakarta karena perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan.