Cuaca Ekstrem Picu Buka Tutup Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Newswire
Newswire Kamis, 30 Juli 2026 13:27 WIB
Cuaca Ekstrem Picu Buka Tutup Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Ilustrasi kapal ferry penyeberangan (Antara)

Harianjogja.com, BANYUWANGI—PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang memberlakukan mekanisme buka tutup operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akibat kondisi cuaca di Selat Bali yang masih fluktuatif dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

Penyesuaian operasional dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko untuk memastikan seluruh pelayaran berlangsung sesuai standar keselamatan. Operasional penyeberangan saat ini sangat bergantung pada perkembangan cuaca maritim dan hasil pemantauan di lapangan serta rekomendasi dari otoritas terkait.

"Operasional penyeberangan hingga kini masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca maritim, dan perubahan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang terjadi sewaktu-waktu menyebabkan layanan dibuka dan ditutup secara situasional berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan rekomendasi otoritas," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko Kurniansjah di Banyuwangi, Kamis.

Arief menjelaskan pada Rabu (29/7), operasional penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk sempat ditunda sementara sebelum kembali dibuka setelah kondisi cuaca dinilai telah memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran.

Ia menegaskan keselamatan pengguna jasa menjadi prioritas utama dalam setiap layanan penyeberangan. Penyesuaian operasional dilakukan semata-mata sebagai upaya mitigasi risiko ketika kecepatan angin maupun tinggi gelombang belum memenuhi standar keselamatan pelayaran.

"Begitu kondisi membaik, dan dinyatakan aman oleh otoritas, layanan penyeberangan akan kembali dioperasikan secara bertahap," kata Arief.

Hingga saat ini, kondisi antrean kendaraan di sisi Pelabuhan Ketapang masih relatif terkendali. Zona penyangga di kawasan Bulusan mulai terisi sehingga kepadatan terlihat di akses menuju pelabuhan.

"Namun belum terjadi antrean panjang di dalam kawasan pelabuhan, sedangkan di sisi Pelabuhan Gilimanuk, antrean kendaraan masih berada di area manuver pelabuhan," ujarnya.

Untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jasa, ASDP terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, serta kepolisian.

Selain itu, ASDP juga mengoptimalkan pemanfaatan zona penyangga di Bulusan sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan, khususnya angkutan logistik.

"Kami dari ASDP juga menyiapkan armada tambahan untuk mempercepat penguraian antrean segera setelah kondisi cuaca kembali kondusif dan pelayaran dinyatakan aman," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online