SD Negeri di Semarang Kurang Murid, Disdik Cek Pergeseran Pilihan
Disdik Kota Semarang mengevaluasi penyebab sejumlah SD negeri kekurangan murid meski lulusan PAUD mencapai lebih dari 22 ribu anak pada 2026.
Ilustrasi perang./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Amerika Serikat (AS) mengerahkan jet tempur generasi kelima F-35 dan pesawat tempur F-16 dari sejumlah pangkalan militer di Eropa menuju Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Langkah tersebut menambah kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan kawasan yang juga menjadi jalur penting perdagangan dan distribusi energi dunia.
Selain pengerahan pesawat tempur, AS juga dilaporkan mengirimkan pesawat tanker untuk mendukung operasional militer di wilayah Timur Tengah. Penambahan kekuatan udara ini terjadi setelah konflik antara Washington dan Teheran kembali memanas meski kedua negara sempat menandatangani memorandum yang ditujukan untuk mengakhiri konflik.
Laporan Wall Street Journal menyebutkan pesawat tempur F-16 dikirim dari Pangkalan Udara Spangdahlem di Jerman, sedangkan jet tempur F-35 dipindahkan dari Pangkalan Udara Lakenheath di Inggris menuju kawasan Timur Tengah.
Pengerahan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya intensitas konfrontasi militer antara kedua negara yang dalam beberapa pekan terakhir saling melancarkan serangan. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran internasional, terutama di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling strategis di dunia.
Pada malam 18 Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang bertujuan mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari 2026. Namun, implementasi kesepakatan tersebut tidak berjalan sesuai harapan setelah kedua pihak kembali terlibat aksi militer.
Militer Amerika Serikat tercatat telah melakukan sejumlah serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran yang dinilai mengancam kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di sejumlah negara di Timur Tengah. Pemerintah Iran juga menuduh Washington telah melanggar memorandum yang sebelumnya disepakati kedua negara.
Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 9 Juli 2026 menyatakan bahwa gencatan senjata yang telah disepakati tidak lagi berlaku.
Sebelumnya, CENTCOM mengumumkan dimulainya serangkaian serangan udara baru terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi Amerika Serikat.
"Hari ini pukul 6 sore ET [Minggu waktu setempat], pasukan AS mulai melancarkan serangan udara baru terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi," demikian pernyataan CENTCOM.
CENTCOM menyebut serangan tersebut dirancang untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz sekaligus merespons serangan yang menargetkan personel militer Amerika Serikat di Yordania.
Di sisi lain, Iran menilai serangan yang dilakukan Washington menjadi bukti pelanggaran terhadap komitmen yang sebelumnya telah disepakati dalam memorandum perdamaian. Perbedaan pandangan tersebut membuat peluang tercapainya penyelesaian diplomatik dalam waktu dekat semakin menghadapi tantangan.
Meningkatnya aktivitas militer di Timur Tengah juga berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian global apabila konflik meluas dan mengganggu arus perdagangan internasional. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting distribusi energi dunia sehingga setiap eskalasi keamanan di kawasan tersebut dapat memengaruhi stabilitas pasokan dan harga komoditas energi global.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari mereda. Pengerahan tambahan kekuatan militer oleh Washington menjadi salah satu indikator bahwa dinamika konflik di Timur Tengah masih perlu mendapat perhatian karena dampaknya dapat meluas tidak hanya terhadap keamanan kawasan, tetapi juga terhadap ekonomi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Disdik Kota Semarang mengevaluasi penyebab sejumlah SD negeri kekurangan murid meski lulusan PAUD mencapai lebih dari 22 ribu anak pada 2026.
Gerindra membantah pernyataan Hotman Paris yang mengaitkan Presiden Prabowo dengan kasus Febrie Adriansyah dan menegaskan tak ada intervensi hukum.
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026 usai mengalahkan ganda nomor satu dunia Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
FIFA menyebut cooling break tidak memengaruhi hasil pertandingan Piala Dunia 2026, namun aturan tersebut tetap akan dievaluasi usai turnamen.
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.