AS Kerahkan F-35 ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Memanas

Newswire
Newswire Minggu, 19 Juli 2026 13:27 WIB
AS Kerahkan F-35 ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Memanas

Ilustrasi perang./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Amerika Serikat (AS) mengerahkan jet tempur generasi kelima F-35 dan pesawat tempur F-16 dari sejumlah pangkalan militer di Eropa menuju Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Langkah tersebut menambah kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan kawasan yang juga menjadi jalur penting perdagangan dan distribusi energi dunia.

Selain pengerahan pesawat tempur, AS juga dilaporkan mengirimkan pesawat tanker untuk mendukung operasional militer di wilayah Timur Tengah. Penambahan kekuatan udara ini terjadi setelah konflik antara Washington dan Teheran kembali memanas meski kedua negara sempat menandatangani memorandum yang ditujukan untuk mengakhiri konflik.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan pesawat tempur F-16 dikirim dari Pangkalan Udara Spangdahlem di Jerman, sedangkan jet tempur F-35 dipindahkan dari Pangkalan Udara Lakenheath di Inggris menuju kawasan Timur Tengah.

Pengerahan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya intensitas konfrontasi militer antara kedua negara yang dalam beberapa pekan terakhir saling melancarkan serangan. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran internasional, terutama di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling strategis di dunia.

Pada malam 18 Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang bertujuan mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari 2026. Namun, implementasi kesepakatan tersebut tidak berjalan sesuai harapan setelah kedua pihak kembali terlibat aksi militer.

Militer Amerika Serikat tercatat telah melakukan sejumlah serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran yang dinilai mengancam kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di sejumlah negara di Timur Tengah. Pemerintah Iran juga menuduh Washington telah melanggar memorandum yang sebelumnya disepakati kedua negara.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 9 Juli 2026 menyatakan bahwa gencatan senjata yang telah disepakati tidak lagi berlaku.

Sebelumnya, CENTCOM mengumumkan dimulainya serangkaian serangan udara baru terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi Amerika Serikat.

"Hari ini pukul 6 sore ET [Minggu waktu setempat], pasukan AS mulai melancarkan serangan udara baru terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi," demikian pernyataan CENTCOM.

CENTCOM menyebut serangan tersebut dirancang untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz sekaligus merespons serangan yang menargetkan personel militer Amerika Serikat di Yordania.

Di sisi lain, Iran menilai serangan yang dilakukan Washington menjadi bukti pelanggaran terhadap komitmen yang sebelumnya telah disepakati dalam memorandum perdamaian. Perbedaan pandangan tersebut membuat peluang tercapainya penyelesaian diplomatik dalam waktu dekat semakin menghadapi tantangan.

Meningkatnya aktivitas militer di Timur Tengah juga berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian global apabila konflik meluas dan mengganggu arus perdagangan internasional. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting distribusi energi dunia sehingga setiap eskalasi keamanan di kawasan tersebut dapat memengaruhi stabilitas pasokan dan harga komoditas energi global.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari mereda. Pengerahan tambahan kekuatan militer oleh Washington menjadi salah satu indikator bahwa dinamika konflik di Timur Tengah masih perlu mendapat perhatian karena dampaknya dapat meluas tidak hanya terhadap keamanan kawasan, tetapi juga terhadap ekonomi global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online