Cara Akses Rekam Medis SATUSEHAT Saat Darurat, Ini Penjelasan Kemenkes
Kemenkes menjelaskan akses SATUSEHAT RME saat darurat, persetujuan pasien, perlindungan data, hingga manfaat integrasi rekam medis.
Nanik S. Deyang. /Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian pimpinan ini dilakukan setelah evaluasi terhadap kinerja lembaga pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sekitar satu setengah tahun terakhir.
Selain menunjuk Nanik S. Deyang sebagai pimpinan BGN, Presiden juga melakukan penyegaran di jajaran wakil kepala lembaga tersebut. Agustina Arumsari ditetapkan sebagai Wakil Kepala BGN menggantikan Lodewijk Pusung, sedangkan Mayor Jenderal TNI Trenggono dipercaya menggantikan Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala BGN.
"Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," ujar Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Menurut Prasetyo, keputusan tersebut diambil setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja BGN, termasuk menerima berbagai masukan dari kementerian terkait, masyarakat, hingga penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
"Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait maupun dari masyarakat, termasuk dari para penerima manfaat dari program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.
Ia menilai BGN memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Karena itu, lembaga tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan akuntabel.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana, Lodewijk Pusung, dan Sony Sonjaya atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi kelembagaan BGN.
Prasetyo berharap kepemimpinan baru dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia," ujarnya.
Profil Nanik S. Deyang
Nanik S. Deyang, yang memiliki nama lengkap Nanik Sudaryati Deyang, lahir di Magetan pada 14 April 1968. Ia merupakan lulusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada.
Sebelum dikenal di dunia politik dan pemerintahan, Nanik memiliki rekam jejak panjang sebagai jurnalis. Ia pernah berkarier di Harian Jayakarta dan kemudian menjadi jurnalis senior di Kompas Gramedia.
Pengalaman di dunia media membawanya membangun jaringan luas dengan berbagai tokoh nasional, baik dari kalangan politik maupun bisnis.
Setelah meninggalkan profesi wartawan, Nanik mengembangkan usaha di sejumlah sektor, mulai dari properti, energi, hingga kuliner. Ia juga dikenal mengelola usaha berbasis produk lokal dan perkebunan organik.
Nama Nanik semakin dikenal publik karena keterlibatannya dalam berbagai aktivitas politik nasional. Ia dikenal dekat dengan Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial maupun politik.
Dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2019, Nanik menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno. Ia juga termasuk salah satu pendukung lama Prabowo sejak kontestasi politik sebelumnya.
Namanya sempat menjadi perhatian publik pada 2018 saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet. Saat itu, Nanik menjadi salah satu pihak yang ikut menyampaikan informasi mengenai kondisi Ratna sebelum terungkap bahwa cerita penganiayaan tersebut tidak benar.
Seiring terpilihnya Prabowo sebagai Presiden RI, Nanik tetap berada di lingkaran pendukung pemerintahan dan kini dipercaya memimpin BGN, lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkes menjelaskan akses SATUSEHAT RME saat darurat, persetujuan pasien, perlindungan data, hingga manfaat integrasi rekam medis.
DPRD DIY mendorong relawan kebencanaan mendapat BPJS Ketenagakerjaan informal dengan pembiayaan yang diusulkan bersumber dari Danais.
Prabowo dan Putin bertemu di EEF 2026. Keduanya membahas perdagangan, energi nuklir, maritim, teknologi, hingga kemitraan strategis.
Sebanyak 25 lurah petahana di Gunungkidul cuti untuk maju Pilur. Carik ditunjuk sebagai Plt Lurah selama masa cuti.
BPS mengajukan tambahan anggaran Rp1,473 triliun pada 2027, termasuk Rp926 miliar untuk survei dan pemutakhiran data.
Raperda penyertaan modal BUMD Kota Magelang disiapkan sebagai payung penguatan ekonomi, dengan fokus kinerja, pengawasan, dan kontribusi daerah.