Pelaku Penembakan Gedung Putih Terungkap, Ternyata Residivis Keamanan

Jumali
Jumali Minggu, 24 Mei 2026 18:37 WIB
Pelaku Penembakan Gedung Putih Terungkap, Ternyata Residivis Keamanan

Nasire Best/X

Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas keamanan federal Amerika Serikat mengungkap identitas pria bersenjata yang tewas ditembak aparat di dekat kompleks White House pada Sabtu (23/5/2026) sore waktu setempat. Pelaku diketahui bernama Nasire Best, pemuda berusia 21 tahun yang ternyata pernah mencoba menerobos kawasan presiden AS setahun lalu.

Fakta tersebut terungkap setelah penyelidikan awal dilakukan oleh United States Secret Service. Berdasarkan laporan BBC yang mengutip mitra medianya, CBS News, Best sebelumnya pernah ditangkap pada Juli 2025 karena mencoba memasuki kompleks utama Gedung Putih secara ilegal.

Namun, kasus tersebut kala itu tidak diproses melalui jalur pidana. Aparat memilih membawa Best ke fasilitas psikiatri untuk menjalani perawatan kesehatan mental intensif. Meski demikian, upaya rehabilitasi tersebut tidak berhasil mencegah aksi bersenjata yang terjadi pada akhir pekan ini.

Kepala Komunikasi Secret Service, Anthony Guglielmi, menjelaskan insiden bermula selepas pukul 18.00 waktu setempat. Saat berada di area perimeter luar Gedung Putih, pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api dari dalam tas dan mulai melepaskan tembakan.

“Polisi Dinas Rahasia membalas tembakan dan mengenai tersangka yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, di mana ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ujar Guglielmi.

Kontak senjata tersebut juga menyebabkan seorang warga sipil terkena serpihan atau peluru nyasar. Meski begitu, Secret Service memastikan tidak ada personel keamanan yang mengalami luka dalam kejadian itu.

Salah satu saksi mata, Reid Adrian, menggambarkan situasi mencekam sesaat setelah suara tembakan terdengar.

“Kami mendengar sekitar 20 hingga 25 suara yang awalnya dikira kembang api, tetapi itu nyata tembakan. Seketika semua orang berhamburan berlari menyelamatkan diri,” ujarnya kepada AFP.

Usai insiden, aparat keamanan langsung menutup sejumlah akses jalan di pusat kota Washington dan mengerahkan pasukan tambahan, termasuk Garda Nasional, untuk mensterilkan kawasan sekitar Gedung Putih.

Pihak otoritas juga memastikan Donald Trump yang berada di dalam Gedung Putih saat kejadian berlangsung dalam kondisi aman. Sistem pengamanan internal disebut bekerja sesuai prosedur untuk mengantisipasi ancaman bersenjata di kawasan paling vital pemerintahan AS tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online