Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran di Tengah Negosiasi

Newswire
Newswire Sabtu, 23 Mei 2026 15:27 WIB
Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran di Tengah Negosiasi

Donald Trump - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi operasi militer baru terhadap Iran meski jalur diplomasi kedua negara masih berlangsung. Wacana serangan ini muncul di tengah negosiasi tidak langsung terkait kesepakatan baru antara Washington dan Teheran.

Laporan CBS News pada Jumat (23/5/2026) menyebut hingga kini belum ada keputusan final mengenai operasi militer tersebut. Namun, pemerintah Amerika Serikat bersama jajaran militernya disebut terus melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kemungkinan konflik baru di kawasan Timur Tengah.

Dalam laporan itu disebutkan Trump membatalkan agenda libur akhir pekan Memorial Day di klub golf miliknya di New Jersey dan memilih kembali ke Gedung Putih. Keputusan tersebut diambil karena situasi yang disebut berkaitan dengan urusan pemerintahan dan keamanan nasional.

Sejumlah personel militer serta aparat intelijen Amerika Serikat juga dilaporkan mengubah bahkan membatalkan rencana liburan mereka. Langkah itu dilakukan di tengah kesiapan pemerintah AS menghadapi potensi eskalasi konflik dengan Iran.

Pejabat pertahanan AS, menurut laporan CBS News, turut meninjau ulang daftar penarikan personel di sejumlah pangkalan luar negeri. Di saat bersamaan, rotasi pasukan Amerika di kawasan Timur Tengah tetap berjalan karena adanya kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan balasan dari Iran.

Amerika Serikat dan Iran sendiri diketahui cenderung menghindari serangan langsung sejak gencatan senjata sementara diberlakukan pada April lalu. Kondisi tersebut memungkinkan negosiasi tidak langsung mengenai perjanjian yang lebih luas tetap berlanjut.

Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan kepada CBS News bahwa Trump tetap bersikukuh Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Pemerintah AS, kata dia, telah menyiapkan berbagai skenario apabila jalur perundingan mengalami kegagalan.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran awal pekan ini memperingatkan bahwa setiap serangan baru dari Amerika Serikat maupun Israel berpotensi memperluas konflik hingga melampaui kawasan Timur Tengah.

Meski tensi meningkat, laporan tersebut menyebut Teheran diperkirakan segera memberikan respons terhadap proposal terbaru Amerika Serikat yang disampaikan melalui Pakistan sebagai pihak perantara dalam komunikasi kedua negara. Situasi ini membuat perkembangan hubungan AS-Iran kembali menjadi perhatian dunia internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online