Pasal Penghinaan Presiden, Rieke: Kritik Bukan Tindak Pidana
Rieke Diah Pitaloka menilai putusan MK soal Pasal Penghinaan Presiden menjadi penyeimbang antara kehormatan pejabat dan kebebasan kritik.
Foto ilustrasi Gunung Dukono saat erupsi. /Arsip-Badan Geologi.
Harianjogja.com, MAKASSAR—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh korban terdampak erupsi Gunung Api Dukono yang sebelumnya dilaporkan hilang kini telah berhasil ditemukan secara lengkap melalui operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan. Penemuan seluruh korban tersebut sekaligus menandai berakhirnya proses pencarian di lokasi bencana.
Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya tim SAR gabungan telah menemukan satu korban berinisial E (perempuan), Warga Negara Indonesia (WNI), dalam kondisi meninggal dunia. Setelah penemuan tersebut, dua korban lainnya juga berhasil ditemukan sehingga tidak ada lagi korban yang dinyatakan hilang dalam peristiwa erupsi Gunung Dukono.
“Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan satu korban berinisial E (perempuan) Warga Negara Indonesia (WNI) dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan,” kata Abdul Muhari dikutip di Jakarta, Minggu.
Dengan telah ditemukannya seluruh korban, operasi SAR gabungan resmi dihentikan. BNPB menegaskan bahwa seluruh rangkaian pencarian yang dilakukan sejak awal kejadian kini telah dinyatakan selesai. “Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup,” ujar Abdul Muhari.
Dua korban terakhir yang ditemukan masing-masing berinisial HWQT (laki-laki), Warga Negara Asing (WNA) berusia 30 tahun, serta SMBAH (laki-laki), WNA berusia 27 tahun. Kedua korban tersebut ditemukan di lokasi yang sebelumnya telah teridentifikasi melalui pemetaan tim SAR gabungan.
Setelah berhasil ditemukan, seluruh jenazah langsung dievakuasi menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Proses ini dilakukan untuk memastikan identitas korban serta kebutuhan administrasi penanganan bencana berjalan sesuai prosedur.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa pada hari ketiga pencarian, proses evakuasi berlangsung lebih terarah setelah tim SAR menandai titik dugaan lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi sebelumnya. Penandaan tersebut membantu mempercepat proses pencarian di lapangan.
Namun demikian, evakuasi dua jenazah terakhir tidak berjalan mudah. Posisi korban yang tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman cukup signifikan menjadi kendala utama di lapangan. Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih berlangsung secara fluktuatif turut memengaruhi kondisi kerja tim SAR.
Dalam situasi tersebut, tim SAR gabungan tetap melaksanakan evakuasi dengan sangat hati-hati dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Pada hari ketiga operasi pencarian, sebanyak 98 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat regu untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi.
Unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian di sekitar lokasi terdampak erupsi Gunung Dukono.
Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat tersebut terdiri atas WNA asal Singapura, yakni TYME (laki-laki) usia 30 tahun, OSS (perempuan) usia 37 tahun, PL (perempuan) usia 33 tahun, LHEI (perempuan) usia 31 tahun, TJYG (perempuan) usia 30 tahun, LYXV (perempuan) usia 30 tahun, serta LSD (laki-laki) usia 29 tahun.
Sementara itu, korban selamat dari WNI terdiri atas BB (laki-laki) usia 24 tahun, YL (laki-laki) usia 23 tahun, S (laki-laki) usia 26 tahun, A (laki-laki) usia 22 tahun, H (laki-laki) usia 26 tahun, FN (perempuan) usia 27 tahun, RI (perempuan) usia 29 tahun, serta SJ (laki-laki) usia 48 tahun. Seluruh korban selamat telah mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing pascakejadian erupsi Gunung Dukono.
Dalam proses pencarian tersebut, dua korban selamat yakni RS dan JA juga turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi penting terkait jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum situasi darurat akibat erupsi terjadi, yang menjadi salah satu faktor pendukung dalam proses evakuasi di kawasan Gunung Dukono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rieke Diah Pitaloka menilai putusan MK soal Pasal Penghinaan Presiden menjadi penyeimbang antara kehormatan pejabat dan kebebasan kritik.
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.