Gunung Anak Krakatau Picu 19 Kali Gempa Kecil, Status Masih Level III Siaga

Newswire
Newswire Selasa, 08 September 2026 09:07 WIB
Gunung Anak Krakatau Picu 19 Kali Gempa Kecil, Status Masih Level III Siaga

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Kondisi Gunung Anak Krakatau hari ini, Selasa (8/9/2026), masih menunjukkan aktivitas vulkanik setelah episode erupsi menerus selama 25 jam berakhir pada Senin (7/9/2026).

Berdasarkan pengamatan yang dikutip dari laman resmi magma.esdm.go.id, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih terekam dengan sejumlah jenis gempa.

Sementara itu, status Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda masih berada pada Level III (Siaga) berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kondisi Visual Gunung Anak Krakatau

Dalam pengamatan visual hari ini, Gunung Anak Krakatau tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Cuaca di kawasan gunung api berawan hingga mendung dengan angin lemah menuju arah utara dan barat laut.

Dari sisi klimatologi, suhu udara berada di kisaran 25,9-26,3°C dengan kelembapan 81-84 persen.

Aktivitas Kegempaan Gunung Anak Krakatau

Pengamatan kegempaan mencatat sejumlah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Terdapat 2 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 44-47 mm dan lama gempa 10-15 detik.

Selain itu, tercatat 15 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 19-44 mm dan lama gempa 3-18 detik.

Pengamatan juga mencatat 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 19-47 mm. S-P tidak teramati, sedangkan lama gempa tercatat 4-16 detik.

Sementara itu, terdapat 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 3-10 mm dan dominan 5 mm.

Masyarakat Dilarang Mendekati Radius 3 Kilometer

Dengan status Gunung Anak Krakatau masih Level III (Siaga), masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki direkomendasikan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.

Aktivitas juga dilarang dilakukan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Pasauran, Deni Mardiono di Pasauran, Anyer, Banten, Senin, mengatakan masyarakat dan pengunjung wisata dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau karena masih berbahaya.

Petugas merekomendasikan jarak aman sejauh radius 3 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau.

"Kami berharap masyarakat dan wisatawan dapat mematuhi larangan itu," katanya menjelaskan.

Episode Erupsi Menerus Berakhir

Episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung selama 25 jam telah berakhir pada Senin (7/9/2026).

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat aktivitas gunung api tersebut kini kembali menunjukkan karakteristik erupsi strombolian.

Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporan evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterima di Jakarta, Senin, menyampaikan episode erupsi menerus tersebut dimulai pada Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB dan berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

"Pasca-berakhirnya episode tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bertransisi kembali ke karakteristik erupsi strombolian yang ditandai dengan perekaman tiga kali gempa letusan/erupsi strombolian," kata Lana.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat dan wisatawan tetap diminta mematuhi rekomendasi keselamatan serta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online