Fajar/Fikri Back to Back Juara China Open usai Menang Dramatis
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Ilustrasi. Bisnis Indonesia- Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JAKARTA— Perilaku pengendara yang tetap nekat melintasi rel kereta api meski palang sudah tertutup menjadi sorotan serius, terutama setelah rangkaian kecelakaan di perlintasan sebidang kembali terjadi.
Kondisi ini dinilai berbahaya karena risiko kecelakaan di rel kereta hampir selalu berujung fatal, bukan sekadar luka ringan.
Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Faizal, mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas saat melintasi rel kereta api, bahkan tanpa kehadiran petugas.
"Tidak perlu harus ada petugas atau polisi. Tanpa Pak Polisi juga harus patuh karena itu masalah untuk kepentingan kita, untuk kepentingan pribadi kita," kata Faizal dalam sebuah diskusi yang membahas kecelakaan kereta api Bekasi Timur di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
Ia menyoroti masih banyaknya pengendara yang mengabaikan peringatan, bahkan tetap melaju saat palang pintu mulai ditutup. Dalam beberapa kasus, pengendara justru mempercepat kendaraan untuk mendahului kereta yang akan melintas.
"Bahkan di rel kereta kita lihat sendiri ada yang sudah palang ditutup, diangkat sama dia. Diangkat baru lewat," katanya.
Perilaku ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di perlintasan kereta, karena mengabaikan sistem pengamanan yang sebenarnya sudah dirancang untuk melindungi pengguna jalan.
Menurut Faizal, penggunaan teknologi modern pada sistem perlintasan kereta tidak akan efektif tanpa diimbangi kesadaran masyarakat. Edukasi kepada pengguna jalan dinilai tetap menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan.
Ia juga menegaskan bahwa kecelakaan antara kendaraan dan kereta api cenderung menimbulkan korban jiwa, sehingga disiplin berlalu lintas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Sebagai perbandingan, kereta api termasuk salah satu moda transportasi paling aman selain pesawat. Namun, tingkat keselamatan tersebut sangat bergantung pada kepatuhan pengguna jalan di perlintasan sebidang.
Peristiwa kecelakaan di kawasan di Stasiun Bekasi Timur, di Jawa Barat, menjadi pengingat bahwa pelanggaran kecil di rel kereta dapat berujung pada konsekuensi besar.
"Ini menjadi pelajaran kita bersama bahwa kejadian-kejadian terkait masalah jalur kereta di perlintasan sebidang baik yang berpalang maupun tidak berpalang itu juga cukup banyak sekali," kata dia.
Dengan masih seringnya pelanggaran terjadi, peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat menjadi faktor penting agar kejadian serupa tidak terus berulang di berbagai daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.