Jadwal Celta Vigo vs Juventus, Misi Bianconeri Lanjutkan Tren Positif
Celta Vigo menjamu Juventus di Liga Europa pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 02.00 WIB. Simak jadwal, kondisi tim, dan peluang kedua klub.
Mojtaba Khamenei/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA–Rencana Amerika Serikat dan Israel untuk menggoyahkan rezim Iran melalui operasi militer besar-besaran berakhir sia-sia.
Alih-alih menciptakan kekosongan kekuasaan pascaterbunuhnya Ayatollah Ali Khamenei, Iran justru menunjuk putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi baru, menandai ketahanan politik Teheran yang mengejutkan.
Langkah suksesi ini menjadi sorotan analis internasional. Banyak pihak menilai penunjukan Mojtaba sebagai “penghinaan besar” bagi Washington dan Tel Aviv, mengingat besarnya sumber daya militer yang telah dikerahkan dalam sepuluh hari terakhir.
Tamparan bagi Amerika Serikat
Alex Vatanka, peneliti senior di Middle East Institute, menekankan bahwa operasi militer yang menelan biaya sangat besar itu gagal mencapai tujuannya. Alih-alih melumpuhkan kepemimpinan Iran, struktur kekuasaan Teheran terbukti tetap solid.
“Merupakan penghinaan besar bagi Amerika Serikat untuk melakukan operasi sebesar ini, mengambil risiko sebesar itu, dan akhirnya menewaskan seorang pria berusia 86 tahun, hanya untuk kemudian digantikan oleh putranya yang juga berhaluan keras,” ujar Vatanka, dikutip Reuters.
Penunjukan Mojtaba, yang dikenal sebagai ulama garis keras, mengirim pesan bahwa Teheran tidak berniat melunak, melainkan mempertegas garis perjuangan sang ayah.
Biaya Militer vs Efektivitas Strategi
Sejak eskalasi konflik pada 28 Februari, kawasan Timur Tengah terseret ke dalam perang terbuka. AS disebut mengerahkan dua kapal induk, bahkan mempertimbangkan pengiriman kapal induk ketiga untuk memperkuat posisi militer di wilayah tersebut.
Meski demikian, strategi ini menuai kritik. Penggunaan aset perang mahal untuk menghadapi drone Iran yang relatif murah menunjukkan ketidakefisienan operasi. Kegagalan mencapai target perubahan rezim menjadi kerugian besar secara diplomatik maupun militer.
Menakar Masa Depan Iran
Di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei, Iran diprediksi tetap mempertahankan kebijakan luar negeri agresif. Strategi tekanan maksimum AS dan sekutunya justru memperkuat legitimasi faksi garis keras dalam negeri.
Ketegangan di Timur Tengah kini bukan hanya soal pertarungan militer, tetapi juga cerminan kegagalan perhitungan strategis internasional dalam menilai ketangguhan struktur politik sebuah negara yang tengah tertekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Celta Vigo menjamu Juventus di Liga Europa pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 02.00 WIB. Simak jadwal, kondisi tim, dan peluang kedua klub.
Jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo Oktober 2026, termasuk lokasi MPP, Satpas, SIM Keliling, SIMENOR, dan syarat SIM A serta C.
Jadwal SIM Gunungkidul 16 Oktober 2026, cek lokasi SIM Station Dhaksinarga, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Polda DIY Jumat 16 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi SIM Keliling, SIM Corner, SKUKP, dan syarat perpanjangan SIM.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Penanganan dan Pencegahan Stunting di Gedung Serbaguna Purwosari.
Jadwal SIM Jogja Jumat 16 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.