Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati atas Wafatnya Guruh
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Ilustrasi peretasan/Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan kesiapan sistem pertahanan digital nasional dalam menghadapi ancaman siber yang kian kompleks. Melalui pusat operasi keamanan siber nasional, BSSN mengklaim mampu mendeteksi kejanggalan lalu lintas jaringan internet atau anomali traffic dalam waktu yang sangat singkat, bahkan pada skala milidetik.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menjelaskan kecepatan tersebut diperoleh dari kemampuan National Security Operation Center Command yang bekerja secara waktu nyata. Sistem pemantauan tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap potensi ancaman siber sebelum berdampak luas.
“Kemampuan national security operation center command kami dalam melaksanakan deteksi itu sangat cepat. Hitungannya kalau secara real time (waktu nyata) bahkan milidetik,” ujar Nugroho saat rapat kerja bersama Komisi I DPR di Jakarta, Selasa.
Ia mengungkapkan, begitu terdeteksi adanya kejanggalan pada lalu lintas jaringan, sistem sensor BSSN langsung mengklasifikasikan jenis ancaman yang muncul. Identifikasi ini dilakukan secara otomatis melalui layar pemantauan pusat operasi.
“Kami sudah dapat mengidentifikasikan mana ini ransomware, mana ini malware, mana ini bentuk exploit, mana ini potensi serangan DDoS. Teridentifikasi dalam hitungan milidetik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nugroho menekankan bahwa pendekatan terhadap keamanan siber kini telah mengalami pergeseran signifikan. Isu siber tidak lagi semata-mata berbicara tentang teknik peretasan, melainkan telah menjadi bagian dari kompetisi geopolitik global.
“Peperangan di Venezuela menunjukkan kepada kita bahwa perang multidomain saat sekarang ini, salah satunya berkenaan dengan siber. Dalam suatu dimensi perang multidomain: darat, laut, udara, angkasa, dan sebagainya, integratornya adalah siber. Kalau menggunakan integratornya siber, ini merupakan satu persoalan,” katanya.
Dalam konteks tersebut, ia menilai kemampuan deteksi siber di dalam negeri menjadi faktor krusial. Meski pengenalan anomali jaringan dapat dilakukan sangat cepat, Nugroho mengakui bahwa proses penyampaian peringatan kepada pihak yang berpotensi terdampak masih membutuhkan tahapan administratif.
“Tapi kami punya SOP (prosedur operasional standar) paling lambat 1x24 jam, surat notisi (pemberitahuan, red.) kami sudah disampaikan kepada entitas yang potensial terdampak,” ujarnya, seraya menegaskan komitmen BSSN dalam menjaga keamanan ruang siber nasional di tengah eskalasi ancaman global yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.