KPK Duga Kantah di Jatim Setor Uang ke Oknum Kanwil BPN
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Ilustrasi peretasan/Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan kesiapan sistem pertahanan digital nasional dalam menghadapi ancaman siber yang kian kompleks. Melalui pusat operasi keamanan siber nasional, BSSN mengklaim mampu mendeteksi kejanggalan lalu lintas jaringan internet atau anomali traffic dalam waktu yang sangat singkat, bahkan pada skala milidetik.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menjelaskan kecepatan tersebut diperoleh dari kemampuan National Security Operation Center Command yang bekerja secara waktu nyata. Sistem pemantauan tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap potensi ancaman siber sebelum berdampak luas.
“Kemampuan national security operation center command kami dalam melaksanakan deteksi itu sangat cepat. Hitungannya kalau secara real time (waktu nyata) bahkan milidetik,” ujar Nugroho saat rapat kerja bersama Komisi I DPR di Jakarta, Selasa.
Ia mengungkapkan, begitu terdeteksi adanya kejanggalan pada lalu lintas jaringan, sistem sensor BSSN langsung mengklasifikasikan jenis ancaman yang muncul. Identifikasi ini dilakukan secara otomatis melalui layar pemantauan pusat operasi.
“Kami sudah dapat mengidentifikasikan mana ini ransomware, mana ini malware, mana ini bentuk exploit, mana ini potensi serangan DDoS. Teridentifikasi dalam hitungan milidetik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nugroho menekankan bahwa pendekatan terhadap keamanan siber kini telah mengalami pergeseran signifikan. Isu siber tidak lagi semata-mata berbicara tentang teknik peretasan, melainkan telah menjadi bagian dari kompetisi geopolitik global.
“Peperangan di Venezuela menunjukkan kepada kita bahwa perang multidomain saat sekarang ini, salah satunya berkenaan dengan siber. Dalam suatu dimensi perang multidomain: darat, laut, udara, angkasa, dan sebagainya, integratornya adalah siber. Kalau menggunakan integratornya siber, ini merupakan satu persoalan,” katanya.
Dalam konteks tersebut, ia menilai kemampuan deteksi siber di dalam negeri menjadi faktor krusial. Meski pengenalan anomali jaringan dapat dilakukan sangat cepat, Nugroho mengakui bahwa proses penyampaian peringatan kepada pihak yang berpotensi terdampak masih membutuhkan tahapan administratif.
“Tapi kami punya SOP (prosedur operasional standar) paling lambat 1x24 jam, surat notisi (pemberitahuan, red.) kami sudah disampaikan kepada entitas yang potensial terdampak,” ujarnya, seraya menegaskan komitmen BSSN dalam menjaga keamanan ruang siber nasional di tengah eskalasi ancaman global yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.
Korban tewas di Gaza mencapai 74.016 orang sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 175.068 warga Palestina dilaporkan terluka.