Viral Isu Penembakan Ajudan Febrie Adriansyah, Polisi Sebut Hoaks
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Online Scam - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh menerima lonjakan laporan dari warga negara Indonesia (WNI) yang keluar dari jaringan penipuan daring di Kamboja dan mengajukan fasilitas deportasi untuk kembali ke tanah air. Dalam dua hari terakhir saja, jumlah WNI yang datang langsung ke KBRI mencapai ratusan orang.
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menjelaskan peningkatan laporan tersebut berkaitan erat dengan langkah tegas Pemerintah Kamboja dalam memberantas sindikat penipuan daring, menyusul instruksi langsung Perdana Menteri Hun Manet. Penindakan tersebut membuat para pelaku sindikat melepas para pekerjanya tanpa kejelasan.
“Selama dua hari terakhir, terdapat 308 WNI yang melapor secara walk-in ke KBRI Phnom Penh setelah dikeluarkan dari sindikat penipuan daring,” ujar Dubes Santo dalam pernyataan resmi melalui akun Instagram KBRI Phnom Penh, Senin.
Berdasarkan catatan KBRI Phnom Penh, sepanjang Januari 2026 sudah ada 375 WNI yang melapor setelah keluar dari sindikat penipuan daring. Dari jumlah tersebut, 243 orang datang dalam rentang dua hari, yakni pada 16–17 Januari.
Jumlah itu kembali bertambah pada 18 Januari dengan kedatangan 65 WNI lain yang memiliki latar belakang permasalahan serupa.
Dubes Santo menyampaikan, secara umum para WNI berada dalam kondisi aman dan sehat. Namun, mereka menghadapi persoalan administratif yang beragam, mulai dari kepemilikan paspor hingga status izin tinggal di Kamboja.
“Ada yang masih memegang paspor, ada pula yang paspornya disita oleh sindikat. Ada yang sudah overstay, dan ada juga yang izin tinggalnya masih berlaku,” jelasnya.
Selain itu, sebagian WNI menyatakan ingin segera kembali ke Indonesia, sementara sebagian lainnya masih berkeinginan mencari pekerjaan lain di Kamboja.
KBRI Phnom Penh memastikan akan menangani seluruh WNI tersebut sesuai prosedur standar yang selama ini diterapkan terhadap ribuan WNI dengan kasus serupa. Koordinasi dengan otoritas setempat dan pihak terkait di Kamboja serta dengan instansi di Indonesia juga terus ditingkatkan untuk mempercepat proses pemulangan.
Meski demikian, Dubes Santo menegaskan bahwa para WNI tetap diarahkan untuk kembali ke tanah air secara mandiri.
Ia juga mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan bergaji tinggi dengan persyaratan minim, serta menjauhi keterlibatan dalam aktivitas ilegal di luar negeri, termasuk jaringan penipuan daring.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso dituntut lima tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas yang merugikan negara Rp255 miliar.
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
Upacara peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten di Alun-alun Klaten berlangsung khidmat, Selasa (28/7/2026). Upacara digelar dengan nuansa adat Jawa.
Siswi SD di Kalurahan Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, berhasil dievakuasi setelah kepalanya terjepit di sela tembok saat bermain petak umpet.
Revisi Perbup JPS Sleman memasukkan skema bantuan ternak mati dan ditargetkan terbit pada tahun ini untuk membantu peternak.