Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Kelompok Kriminal Bersentara Papua/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Operasi penindakan TNI terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua menunjukkan perkembangan dengan direbutnya delapan pucuk senjata yang sebelumnya dikuasai kelompok tersebut. Informasi itu disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Agus mengatakan delapan senjata tersebut termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI. Perkembangan hasil operasi itu diperoleh berdasarkan laporan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan).
“Tadi laporan dari Pangkogabwilhan (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) sudah mendapatkan delapan pucuk senjata, ada jenis SS1 V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, delapan pucuk,” kata Agus saat ditemui di Jakarta, Minggu.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus ketika ditanya mengenai tindak lanjut operasi TNI untuk mengejar pihak yang berada di balik sejumlah kejadian tewasnya warga sipil di wilayah Papua.
Namun, Agus belum merinci identitas pelaku yang telah diidentifikasi maupun lokasi pengamanan delapan pucuk senjata tersebut.
Kontak Senjata di Intan Jaya
Perkembangan operasi tersebut sebelumnya disertai laporan dari Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengenai kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Papua Tengah.
Koops TNI Habema menyebut empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak senjata dengan personel TNI di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9).
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan kelompok bersenjata tersebut diduga merupakan OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya.
Dari lokasi kontak senjata tersebut, personel TNI juga menyita sejumlah barang. Menurut keterangan Koops TNI Habema, barang yang diamankan meliputi satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, dan 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.
Selain itu, personel TNI menyita satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari operasi TNI di Papua yang dilakukan untuk mengejar pihak yang disebut berada di balik sejumlah kejadian tewasnya warga sipil. Sementara itu, Panglima TNI belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas pelaku yang telah diidentifikasi maupun lokasi delapan pucuk senjata yang berhasil direbut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Denmark mengalahkan Wales 2-0 di UEFA Nations League. Gol bunuh diri Ben Davies dan Gustav Isaksen memastikan tiga poin.