Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Sekolah Rakyat yang tuntas direnovasi oleh Nindya Karya. ANTARA/HO-Nindya Karya
Harianjogja.com, JAKARTA—Kesenjangan akses pendidikan di wilayah miskin dan terpencil masih menjadi tantangan nasional. Pemerintah pusat kini menyiapkan lompatan besar melalui pembangunan Sekolah Rakyat permanen secara masif di seluruh Indonesia. Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menegaskan, program ini dijalankan mengikuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dengan target penambahan 100 Sekolah Rakyat setiap tahun.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan hal tersebut di Surabaya, Sabtu (17/1/2026).
“Setiap tahun kami tambah 100 [Sekolah Rakyat]. Insyaallah sesuai targetnya presiden. 100 SR permanen,” ungkapnya.
Gus Ipul menjelaskan, bangunan Sekolah Rakyat permanen dirancang mampu menampung 300 hingga 500 siswa. Keberadaan gedung permanen diharapkan dapat menyerap lebih banyak peserta didik dari keluarga desil 1 atau kelompok masyarakat paling kurang mampu.
“Jadi, nanti ini kalau yang gedung permanen itu yang sudah jadi ya lengkap ya, gedung permanen itu 500–300 siswa. SD 100, SMP 100, SMA 100,” bebernya.
Saat ini, kapasitas Sekolah Rakyat di berbagai daerah belum merata karena sebagian besar masih menggunakan bangunan sementara. Kondisi itu membatasi daya tampung peserta didik.
“Sekarang ini kan ada yang [kapasitasnya] 50, ada yang 25, tergantung kapasitas gedungnya karena gedungnya masih gedung sementara, belum gedung permanen,” ucapnya.
Ia menambahkan, apabila gedung permanen telah berdiri, kapasitas Sekolah Rakyat dapat menampung lebih dari 1.000 siswa. Setiap tahun, sekolah tersebut bisa menerima 300 peserta didik baru, terdiri atas 100 siswa SD, 100 siswa SMP, dan 100 siswa SMA.
“Kalau gedungnya sudah permanen nah, tadi kan gambarnya sudah jelas. Itu kapasitasnya per tahun kita bisa nerima 300. Berarti kalau sampai 3 tahun kapasitas penuh itu kira-kira bisa 1.000 lebih. SD, SMP itu,” sambungnya.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu juga menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat akan difokuskan ke wilayah 3T, tertinggal, terdepan, dan terluar, sebagai strategi pemerataan pendidikan nasional.
Menurut Gus Ipul, di setiap daerah ditargetkan berdiri minimal satu Sekolah Rakyat permanen yang mampu menampung sedikitnya 1.000 siswa jenjang SD dan SMP.
“Sekarang di wilayah-wilayah 3T sudah ada, kayak di Natuna, di Anambas kita juga ada, di Maluku juga ada. Jadi, di daerah-daerah terluar juga kita sudah mulai rintis, dan pada akhirnya nanti setiap kabupaten setidak-tidaknya memiliki satu sekolah [rakyat]. Menampung 1.000 siswa SD, SMP,” pungkasnya.
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini akan memperluas jangkauan layanan pendidikan dasar di wilayah terpencil, seiring penguatan infrastruktur pendidikan di daerah yang selama ini masih mengandalkan fasilitas sementara dan terbatas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Delapan etnis Sumatra Utara memukau wisatawan dalam Pesona Budaya Sumatra Utara di Malioboro dengan pawai budaya dan tari kolosal.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan duka cita atas wafatnya Ali Khamenei dan pesan perdamaian dari Presiden Prabowo untuk Iran.
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Lima armada Kopi Roro dari Danais DIY memperluas pemasaran kopi Menoreh Kulonprogo hingga pasar nasional dan global.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.