Jelang MPLS, 20 Sekolah Rakyat Siap Digunakan

Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana Selasa, 14 Juli 2026 18:37 WIB
Jelang MPLS, 20 Sekolah Rakyat Siap Digunakan

Sekolah Rakyat./ Dok. Nindya Karya

Harianjogja.com, JAKARTA—Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 20 kabupaten dan kota telah rampung menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Seluruh fasilitas yang dibangun PT Nindya Karya (Persero) kini siap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sejak hari pertama sekolah.

Penyelesaian proyek tersebut menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat pemerataan layanan pendidikan di berbagai daerah, termasuk kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah mengatakan rampungnya pembangunan menandai dimulainya tahap pemanfaatan infrastruktur pendidikan yang telah dikerjakan perusahaan.

"Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan," kata Firmansyah dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Firmansyah menjelaskan proyek Sekolah Rakyat yang dikerjakan perseroan tersebar di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Jawa Timur, dan Maluku. Lokasinya mencakup 20 kabupaten dan kota yang dipilih untuk mendukung pemerataan akses pendidikan.

Daerah tersebut meliputi di Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kota Tual, serta Kabupaten Maluku Tengah.

Perseroan menyatakan seluruh proses pembangunan dilakukan dengan mengutamakan kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu sehingga seluruh bangunan dapat langsung digunakan pada awal kegiatan belajar mengajar.

Kawasan Sekolah Rakyat dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang, mulai dari gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, hingga gedung serbaguna. Selain itu, tersedia ruang terbuka hijau, sarana olahraga, jogging track, lapangan basket, taman edukasi, serta lapangan sepak bola berstandar FIFA di sejumlah lokasi. Seluruh kawasan juga didukung sistem pengelolaan lingkungan yang dirancang untuk menunjang keberlanjutan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang lebih merata.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan," ujarnya.

Dengan mulai dimanfaatkannya Sekolah Rakyat Tahap II, pemerintah menargetkan fasilitas pendidikan tersebut dapat memperluas kesempatan belajar bagi peserta didik di berbagai daerah sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan nasional sejak awal tahun ajaran baru.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis