Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.933 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data AS
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.933 per dolar AS pada Kamis 11 Juni 2026. Pasar menanti data inflasi AS dan penjualan ritel Indonesia.
Sekolah Rakyat./ Dok. Nindya Karya
Harianjogja.com, JAKARTA—Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 20 kabupaten dan kota telah rampung menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Seluruh fasilitas yang dibangun PT Nindya Karya (Persero) kini siap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sejak hari pertama sekolah.
Penyelesaian proyek tersebut menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat pemerataan layanan pendidikan di berbagai daerah, termasuk kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah mengatakan rampungnya pembangunan menandai dimulainya tahap pemanfaatan infrastruktur pendidikan yang telah dikerjakan perusahaan.
"Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan," kata Firmansyah dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Firmansyah menjelaskan proyek Sekolah Rakyat yang dikerjakan perseroan tersebar di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Jawa Timur, dan Maluku. Lokasinya mencakup 20 kabupaten dan kota yang dipilih untuk mendukung pemerataan akses pendidikan.
Daerah tersebut meliputi di Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kota Tual, serta Kabupaten Maluku Tengah.
Perseroan menyatakan seluruh proses pembangunan dilakukan dengan mengutamakan kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu sehingga seluruh bangunan dapat langsung digunakan pada awal kegiatan belajar mengajar.
Kawasan Sekolah Rakyat dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang, mulai dari gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, hingga gedung serbaguna. Selain itu, tersedia ruang terbuka hijau, sarana olahraga, jogging track, lapangan basket, taman edukasi, serta lapangan sepak bola berstandar FIFA di sejumlah lokasi. Seluruh kawasan juga didukung sistem pengelolaan lingkungan yang dirancang untuk menunjang keberlanjutan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang lebih merata.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan," ujarnya.
Dengan mulai dimanfaatkannya Sekolah Rakyat Tahap II, pemerintah menargetkan fasilitas pendidikan tersebut dapat memperluas kesempatan belajar bagi peserta didik di berbagai daerah sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan nasional sejak awal tahun ajaran baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
DPRD Sleman mendorong UMKM lokal lebih banyak dilibatkan dalam Sleman Temple Run agar manfaat sport tourism ikut dirasakan masyarakat.
Mobil 4x4 bekas mulai Rp50 jutaan masih tersedia. Simak pilihan Taft, Vitara, Jimny serta tips memeriksa mobil off-road sebelum membeli.
Tren sleep tourism berkembang di Jepang. Sejumlah hotel menawarkan paket tidur dengan teh, teknologi hingga perlengkapan yang dipersonalisasi.
Hasil drawing Liga Champions 2026/2027 menghadirkan duel Real Madrid vs Arsenal, Man City vs PSG dan Barcelona, serta jadwal fase liga.
Cara menyembunyikan isi pesan WhatsApp di notifikasi HP iPhone dan Android. Agar privasi tetap aman dan pesan pribadi tak terbaca orang lain. Simak langkah-lang