Mantan Mendag RI Muhammad Lutfi Duga GIC dan Temasek Tekan MSCI, Ini Faktanya
Muhammad Lutfi menduga GIC dan Temasek terkait tekanan kepada MSCI. Apa alasan resmi MSCI mengusulkan perubahan status pasar Indonesia?
Gajah /Reuters-Beawiharta
Harianjogja.com, JOGJA—Seekor gajah liar jantan mengamuk di India hingga menewaskan 20 orang dan melukai belasan lainnya di Negara Bagian Jharkhand.
Petugas kehutanan Jharkhand, Aditya Narayan, menjelaskan bahwa gajah tersebut telah mengamuk selama sembilan hari sejak awal Januari 2026. Aksi ganas hewan ini memicu kepanikan luas di kalangan warga Distrik Singhbhum Barat.
“Kami berusaha melacak dan menyelamatkan gajah liar ganas ini yang telah membunuh begitu banyak orang,” ujar Aditya kepada AFP, Kamis (15/1/2026).
Tragedi ini menelan korban jiwa dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, orang lanjut usia, hingga seorang pawang gajah profesional. Gajah tersebut terakhir kali terlihat pada 9 Januari dan sejak itu menghilang dari pantauan visual petugas.
Saat ini, tim pencari yang dibantu teknologi drone tengah menyisir kawasan hutan lebat. Pencarian diperluas hingga ke cagar alam nasional di Negara Bagian Odisha yang berbatasan langsung dengan Jharkhand.
Amukan gajah tersebut menciptakan ketakutan dan trauma mendalam bagi penduduk setempat. Kepala desa, Pratap Chachar, mengungkapkan bahwa penduduk dari lebih dari 20 desa kini enggan beraktivitas, terutama pada malam hari.
"Warga enggan pergi ke ladang dan memilih berlindung di dalam rumah mereka karena takut akan serangan susulan," ungkap Pratap.
Krisis Habitat dan Konflik Manusia-Satwa
Konflik antara manusia dan gajah di India terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data konservasi, saat ini diperkirakan hanya 15 persen dari habitat asli gajah Asia di India yang masih tersisa. Beberapa pemicu utama krisis ini meliputi:
Data menunjukkan bahwa pada periode 2023–2024 saja, sebanyak 629 orang tewas akibat serangan gajah di seluruh India. Angka ini mencerminkan tingginya ketegangan antara manusia dan satwa liar yang kehilangan ruang hidupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Lutfi menduga GIC dan Temasek terkait tekanan kepada MSCI. Apa alasan resmi MSCI mengusulkan perubahan status pasar Indonesia?
Ketua DPRD Jogja FX Wisnu Sabdono Putro berharap persoalan sampah tuntas pada 2027. PSEL Piyungan dirancang mengolah 1.000 ton sampah per hari.
Qatar memperingatkan risiko perang regional di tengah perundingan Iran-AS. Teheran menilai tuntutan Washington yang berlebihan menghambat kesepakatan damai.
Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar meluas hingga 490 hektare. Api mengarah ke Segorogunung dan Tambak, sementara kabut menghambat pemadaman udara.
Pameran seni rupa Nandur Srawung memasuki penyelenggaraan ke-13 dengan pendekatan baru untuk membaca perkembangan seni kontemporer Indonesia.
AAUI Yogyakarta bersama FKIJK menggelar literasi industri jasa keuangan bagi mahasiswa UGM untuk meningkatkan pemahaman tentang asuransi