Ekspansi Whoosh ke Surabaya Ditunda, Pemerintah Fokus Benahi Keuangan
Pemerintah memprioritaskan restrukturisasi keuangan KCJB sebelum memutuskan perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh hingga Surabaya dan Banyuwangi.
Harimau bernama Rambo dengan mata buta sebelah terdiam dalam kurungan di atas truk usai dievakuasi oleh tim dokter hewan dan anggota Wildlife Friends Foundation dari Phuket Zoo yang mengalami kebangkrutan akibat pandemi, Phuket, Thailand, Selasa (7/6/2022). Tim tersebut menyelamatkan 11 ekor harimau dan dua beruang dari kebun binatang itu. /ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/foc.
Harianjogja.com, JAKARTA— Lebih dari 70 ekor harimau dilaporkan mati secara misterius dalam waktu singkat di sebuah taman wisata satwa di wilayah utara Thailand. Peristiwa ini memicu penutupan sementara lokasi wisata serta penyelidikan intensif oleh otoritas setempat.
Mengutip laporan Bangkok Post, Jumat (20/2/2026), kematian massal tersebut terjadi di Tiger Kingdom Chiang Mai, sebuah taman wisata harimau yang dikelola oleh pihak swasta.
Manajemen taman memutuskan menutup operasional selama dua pekan guna mendukung proses investigasi. Pejabat peternakan tingkat provinsi juga telah membatasi seluruh akses masuk ke area taman tanpa izin resmi, sembari melakukan disinfeksi menyeluruh di seluruh fasilitas.
Kematian harimau dilaporkan mulai terjadi sejak 8 Februari 2026. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan pakan berupa daging ayam mentah yang diberikan kepada satwa, namun otoritas menegaskan bahwa penyebab pasti kematian masih belum dapat disimpulkan.
“Pemeriksaan laboratorium terhadap bangkai harimau masih berlangsung. Kami belum bisa memastikan penyebabnya,” ujar pejabat setempat dalam laporan tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh harimau yang masih hidup telah dipindahkan ke pusat perawatan milik pengelola taman di Distrik Mae Taeng, bagian utara Provinsi Chiang Mai, untuk menjalani pemantauan kesehatan secara ketat.
Direktur Kantor Regional Kawasan Lindung, Kritsayarm Kongsatri, menyatakan bahwa kematian satwa dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat merupakan kejadian yang tidak lazim.
“Kematian puluhan harimau dalam periode singkat seperti ini sangat jarang terjadi dan perlu ditelusuri secara menyeluruh,” katanya.
Otoritas Thailand memastikan investigasi akan dilakukan secara komprehensif guna mengungkap penyebab kejadian tersebut, termasuk kemungkinan pelanggaran standar perawatan satwa maupun faktor penyakit menular. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah memprioritaskan restrukturisasi keuangan KCJB sebelum memutuskan perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh hingga Surabaya dan Banyuwangi.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.
Ai Ogura meraih kemenangan perdana di MotoGP Belanda 2026 sekaligus menjadi pembalap Jepang pertama yang juara kelas premier sejak 2004.
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
BRIN dan Kemendiktisaintek menyusun peta jalan riset hingga 2045 sebagai pedoman riset nasional dan arah industrialisasi Indonesia berbasis teknologi.