Pilur Bantul 2026, Bupati Ingatkan Calon Lurah Hindari Politik Uang
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Antara/Yudi Manar
Harianjogja.com, ACEH TAMIANG—Pemerintah pusat memberi tenggat waktu tiga hari kepada pemerintah daerah untuk merampungkan pendataan rumah warga terdampak bencana di Sumatera. Pendataan tersebut menjadi dasar pencairan bantuan rehabilitasi rumah rusak ringan hingga sedang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ketegasan ini disampaikan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang juga Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, guna mempercepat pemulihan warga terdampak banjir dan bencana alam lainnya.
Pendataan yang akurat dinilai krusial agar bantuan tunai bagi korban bencana dapat segera disalurkan dan tidak menumpuk di pengungsian.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pendataan rumah rusak harus segera diverifikasi lintas instansi, mulai dari BNPB, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Saya beri waktu mulai kemarin tiga hari untuk diverifikasi. Kalau sudah clear, uangnya oleh BNPB segera dibayarkan. Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang,” kata Tito saat meninjau progres pemulihan bencana di Aceh Tamiang, Minggu.
Ia menjelaskan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk membersihkan rumah dari lumpur banjir maupun melakukan perbaikan ringan secara mandiri atau melalui gotong royong keluarga.
Untuk rumah rusak berat dan hilang akibat bencana, Tito menyebut pemerintah menyiapkan dua skema bantuan. Pertama, warga tetap tinggal di tenda pengungsian atau hunian sementara (huntara) yang tengah dibangun sebanyak 600 unit.
Skema kedua, warga diberi bantuan biaya hidup sebesar Rp1,8 juta per bulan selama tiga bulan, yang dapat diperpanjang sambil menunggu hunian tetap selesai dibangun.
“Kalau mau membangun sendiri juga silakan, nanti diberikan dana Rp60 juta oleh BNPB,” ujar Tito.
Mendagri menegaskan pentingnya mempercepat pemulihan agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian. Menurutnya, kondisi di tenda tidak ideal bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan bayi.
Ia meminta pemerintah daerah segera menyerahkan data warga dengan kategori rumah rusak ringan dan sedang agar bantuan cepat disalurkan dan masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing.
Percepatan pendataan dan pencairan bantuan rumah rusak diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi pascabencana di Sumatera, mengurangi beban pengungsi, serta mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.