Pertamina Sisir Perairan Karawang Cek Dugaan Kebocoran Pipa Gas
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Pasukan Israel/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Pasukan Zionis Israel tetap melancarkan serangan udara meski di tengah gencatan senjata. Israel menyerang sebuah kendaraan sipil di dekat Gaza City sehingga menewaskan belasan warga sipil dari satu keluarga.
Juru bicara badan Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Basal mengatakan sebuah kendaraan yang membawa 11 orang dari keluarga Shaaban, termasuk 7 anak-anak dan 2 wanita, dan ditembak oleh pasukan Israel pada Jumat (17/10/2025) malam.
Kendaraan tersebut ditembak setelah melewati "garis kuning" di wilayah Al-Zeitoun di dekat Gaza City. Ia menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan tanpa peringatan apapun. "Padahal, masih memungkinkan untuk memperingatkan atau menangani mereka dengan cara-cara yang tidak akan menyebabkan kematian," kata Basal.
"Apa yang terjadi kali ini benar-benar memastikan bahwa pasukan penjajah masih haus darah dan bertekad melanjutkan kejahatan mereka terhadap warga sipil yang tak bersalah," ucap juru bicara badan Palestina itu.
"Garis kuning" adalah garis demarkasi tak resmi yang memisahkan wilayah yang masih diduduki pasukan Zionis Israel dengan wilayah yang dapat ditempati oleh warga sipil Palestina seusai gencatan senjata terwujud di Jalur Gaza.
Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang tercapai dengan mediasi regional dan internasional serta berlaku mulai 10 Oktober lalu menetapkan bahwa pasukan Israel akan mundur secara berangsur dari sejumlah wilayah Gaza ke posisi baru di belakang "garis kuning".
Agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 dan baru berhenti bulan ini telah menewaskan hampir 68.000 warga Palestina di Jalur Gaza, dengan sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Serangan pasukan Zionis ke Gaza juga mengakibatkan wilayah kantong Palestina tersebut sangat tak layak huni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
DPRD Bantul meminta seleksi Pilur 2026 berlangsung transparan dan objektif jika bakal calon lurah melebihi lima orang di satu kalurahan.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.