Komdigi Sebut 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan, Wakil Bupati Ulfiyah dan Ketua DPRD Mahbub Junaidi di tengah-tengah demonstran. Sabtu (18/10/2025) ANTARA/Novi Husdinariyanto
Harianjogja.com, SITUBONDO—Ribuan alumni pesantren di Situbondo turun ke jalan memprotes tayangan Trans 7 yang dinilai menyinggung kiai dan santri, Sabtu (18/10/2025). Kepolisian Resor (Polres) Situbondo, Jawa Timur, menerjunkan ratusan personel untuk pengamanan aksi.
Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan menyampaikan terima kasih kepada ribuan orang peserta aksi dari berbagai alumni pondok pesantren yang menyampaikan aspirasinya secara tertib.
"Terima kasih sudah melaksanakan kegiatan ini dengan tertib dan berjalan lancar, kami berharap hingga selesai sama-sama menjaga ketertiban, menjaga masyarakat lainnya khususnya pengguna jalan lain," kata Kapolres Rezi di tengah-tengah demonstran di depan Pendopo Kabupaten Situbondo.
Dia juga berjanji akan menyampaikan dan mengawal aspirasi gabungan alumni pondok pesantren itu secara berjenjang melalui Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).
Wujud dukungan lainnya dari Polres Situbondo, lanjut Kapolres, pihaknya sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan panitia aksi unjuk rasa bahwa apa yang menjadi tuntutan pendemo akan disampaikan hingga ke pusat.
"Saya yakin dan percaya rekan-rekan semua berpanas-panas karena sebagai wujud cinta kepada guru kita, kiai kita dan pesantren. Namun kita juga harus tetap menghargai proses yang sudah berjalan," kata AKBP Rezi.
Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah yang juga hadir langsung di tengah-tengah pendemo juga berjanji akan mengawal aspirasi mereka dan menyampaikan ke pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Kami akan mengawal apa yang menjadi tuntutan para alumni pesantren kepada pihak-pihak terkait," kata Ulfiyah yang juga alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo itu.
Sementara Ketua Gerakan Pemuda Ansor Situbondo Johantono mengaku GP Ansor telah melaporkan tayangan salah satu televisi swasta dengan narasi negatif itu ke Polda Jawa Timur.
"Kami sudah melaporkan ke Polda Jatim, dan kami minta tindak tegas jika terbukti ada pelanggaran," kata Johantono yang juga turut aksi unjuk rasa.
Dari pantauan, belasan perwakilan alumni dari berbagai pondok pesantren bergantian melakukan orasi menyampaikan aspirasinya mengenai siaran salah satu televisi swasta yang dinilai menyakiti hati santri. Aksi unjuk rasa ribuan alumni pesantren ini diakhiri dengan istigasah dan salawat serta doa bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Puncak haji 2026 segera dimulai. Simak jadwal Armuzna, tahapan wukuf di Arafah, dan tips persiapan jemaah haji.
Mensos Gus Ipul menonaktifkan dua pejabat pengadaan Sekolah Rakyat terkait investigasi dugaan maladministrasi pengadaan barang.
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Ditjenpas membantah video viral dugaan sel mewah dan penggunaan HP di Lapas Cilegon serta menegaskan pengawasan tetap dilakukan.