Polri Usut Beras Fortifikasi, 5 Merek Diduga Tak Sesuai Label
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Peta Palestina - ist/Kementerian Luar Negeri
Harianjogja.com, NEW YORK—Indonesia membuka peluang mengakui Israel, namun hal itu hanya akan dilakukan bila Palestina terlebih dahulu diakui sebagai negara merdeka. Hal ini ditegaskan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.
Penegasan tersebut disampaikan Menlu Sugiono merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Palestina dan Solusi Dua Negara di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.
“Ini merupakan suatu pengakuan yang bukan tanpa syarat, tapi ada kondisi yang harus dipenuhi sebelum itu terjadi,” kata Menlu Sugiono saat memberikan pengarahan media di PTRI New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).
Menlu menegaskan bahwa pengakuan negara Israel, hanya akan terjadi jika ada pengakuan sepenuhnya akan kemerdekaan dan keberdaulatan Palestina oleh Israel.
“Jika ada pengakuan kemerdekaan dan keberdaulatan Palestina oleh Israel, maka Indonesia juga akan mendukung upaya-upaya dalam rangka menjamin keselamatan dan keamanan dari Israel juga,” ucapnya.
Pengakuan bersyarat terhadap status negara Israel tersebut, tegas Sugiono, bertujuan untuk mewujudkan gencatan senjata dan terjadinya perdamaian abadi di antara kedua belah pihak.
BACA JUGA: Jadi Tersangka Korupsi, Nadiem Makarim Ajukan Praperadilan
“Kalau misalnya dua pihak sudah mencapai satu perdamaian, ya saya kira merupakan sesuatu yang logis bagi kita juga untuk melakukan langkah-langkah yang seimbang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sugiono menjelaskan bahwa prinsip diplomasi luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak bergabung dalam blok mana pun, menjadikan peluang mengakui Israel sebagai negara sebagai suatu hal yang logis.
“Saya kira itu sebuah sesuatu yang logis ya, solusi dua negara artinya ada dua negara yang diakui,” ujar dia.
Adapun dalam KTT mengenai Palestina tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia kembali membuka opsi untuk mengakui Israel hanya jika Israel mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat.
"Kita harus menjamin status kenegaraan Palestina. Namun, Indonesia juga siap menyatakan, saat Israel mengakui kemerdekaan dan status kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Israel, dan kami akan mendukung seluruh jaminan atas keamanan Israel," kata Presiden Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Apple merekrut insinyur modem 6G untuk mengembangkan teknologi seluler generasi berikutnya. Jaringan 6G diperkirakan hadir sekitar 2030.
Xbox Project Helix diproyeksikan berharga hingga Rp32,3 juta. Simak penyebab kenaikan harga dan perkiraan jadwal peluncurannya.
Angin kencang menghambat pemadaman karhutla Gunung Lawu. Tim gabungan memperkuat sekat api untuk melindungi hutan dan objek wisata.
Pertamina Patra Niaga menyalurkan 285.000 liter air bersih bagi sekitar 7.000 KK di 16 desa di Klaten untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Hyundai menarik 94.622 mobil di AS karena risiko kebakaran dari motor kursi elektrik. Pemilik diminta parkir di luar hingga perbaikan tersedia.