Lulus Cum Laude di UGM, Jihan Anak Sopir Grab Asal Jogja Ini Berhasil Wujudkan Impian

Newswire
Newswire Rabu, 21 Oktober 2026 22:32 WIB
Lulus Cum Laude di UGM, Jihan Anak Sopir Grab Asal Jogja Ini Berhasil Wujudkan Impian

Lathifah Jihan Ryanputri, mahasiswa asal Jogja yang lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat cum laude. Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Keterbatasan biaya tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih gelar sarjana. Berkat dukungan keluarga dan beasiswa GrabScholar, tiga anak mitra pengemudi Grab berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi tepat waktu pada 2026. Salah satunya adalah Lathifah Jihan Ryanputri, mahasiswa asal Jogja yang lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat cum laude.

Jihan menuntaskan studi di Fakultas Kehutanan UGM pada Agustus 2026. Sementara itu, dua penerima beasiswa lainnya, Dyandra Nadine Zahira dan Malik Al Hazazi Vanery, menyelesaikan pendidikan di Universitas Indonesia (UI). Nadine merupakan lulusan Program Studi Sistem Informasi, sedangkan Malik menuntaskan studi Teknik Elektro.

Ketiganya termasuk dalam 11 penerima manfaat angkatan pertama GrabScholar yang memulai kuliah pada 2022 dan berhasil menyelesaikan studi sarjana dalam empat tahun.

Di balik keberhasilan tersebut, ada peran orang tua yang terus mendorong anak-anak mereka agar berani mengejar pendidikan tinggi, meskipun kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan.

Perjuangan Ayah Antar Jihan hingga Lulus Cum Laude

Bagi Jihan, perjuangan sang ayah yang bekerja sebagai mitra pengemudi Grab untuk menafkahi keluarga menjadi sumber motivasi selama menempuh pendidikan. Ia ingin memanfaatkan kesempatan kuliah sebaik mungkin sekaligus mewujudkan cita-cita membahagiakan orang tua.

Jihan masih mengingat saat ayahnya menyampaikan informasi mengenai beasiswa GrabScholar pada 2020. Kala itu, ia sempat merasa tidak cukup kompeten untuk bersaing dengan calon penerima lainnya.

"Saya sendiri sudah pesimistis dan merasa banyak orang lain yang lebih kompeten. Tapi ayah meyakinkan saya untuk mendaftar. Bahkan, ayah yang banyak membantu proses pendaftarannya," kata Jihan, dikutip dari Antara, Rabu (21/10/2026)

Setelah dinyatakan lolos, Jihan merasa terbantu karena beasiswa tersebut meringankan beban keuangan keluarga. Dukungan itu memberinya kesempatan untuk berfokus pada pendidikan dan mengembangkan kemampuan diri.

"Beasiswa ini membuka jalan bagi kami untuk melangkah lebih jauh. Kesulitan ekonomi sering membatasi kesempatan seseorang. Ketika ada beasiswa, anak memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan dan berkembang," ujarnya.

Kini, Jihan bersiap memasuki dunia kerja dengan bekal ilmu dan pengalaman selama kuliah. Ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Nadine dan Malik Tak Ingin Sia-siakan Kesempatan

Perjuangan serupa dialami Nadine. Saat diterima di Program Studi Sistem Informasi UI pada 2022, persoalan biaya pendidikan sempat membuatnya hampir mengurungkan niat melanjutkan kuliah.

Kesempatan datang ketika ayahnya, yang juga merupakan mitra pengemudi Grab, melihat pengumuman pembukaan GrabScholar.

"Suatu malam, ayahku melihat notifikasi pengumuman pembukaan GrabScholar, dan setelah mendapatkan informasi, salah satu persyaratan awalnya adalah memiliki surat penerimaan dari universitas. Aku langsung coba daftar dan Alhamdulillah lolos hingga tahap akhir," tuturnya.

Selama kuliah, Nadine tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga aktif berorganisasi. Ia turut mengikuti program magang selama tiga bulan di Grab Indonesia pada bidang Project Development untuk menambah pengalaman dan mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

Sebagai anak pertama, Nadine berharap keberhasilannya kelak bisa membantu orang tua dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

Sementara itu, Malik mengetahui program GrabScholar dari teman sesama mitra pengemudi yang memberikan informasi kepada ayahnya. Atas dorongan sang ayah, ia pun mencoba mendaftar.

"Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dan aku ingin lulus tepat waktu supaya bisa segera membantu orang tua," kata Malik.

Keinginan tersebut akhirnya terwujud setelah Malik menyelesaikan studi Teknik Elektro UI dalam empat tahun.

Kisah ketiga lulusan tersebut menunjukkan pentingnya akses pendidikan, dukungan keluarga, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.

Sejak 2022 hingga 2025, GrabScholar melalui kolaborasi dengan BenihBaik.com telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat di Indonesia. Total bantuan pendidikan yang disalurkan mencapai Rp25,8 miliar.

Program tersebut turut mendukung puluhan mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri unggulan.

Bagi para penerima manfaat, beasiswa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Kesempatan itu juga menjadi jalan untuk menyelesaikan kuliah, mempersiapkan karier, dan membuka peluang untuk memperbaiki kehidupan keluarga pada masa mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online