Bayern Tutup Peluang Real Madrid Rekrut Michael Olise Musim Ini
Bayern Munchen menegaskan Michael Olise tidak masuk daftar jual meski terus dikaitkan dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas.
Ilustrasi pemanfaatan nuklir. Freepik
Harianjogja.com, TEHERAN—Terbuka kemungkinan ada putaran pembicaraan baru tentang nuklir antara Pemerintah Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Hal ini diutarakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei, Senin (18/8/2025).
Sebelumnya pada Selasa (12/8/2025), Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Internasional Kazem Gharibabadi mengatakan bahwa Teheran dan IAEA setuju melanjutkan konsultasi mengenai masalah nuklir Iran setelah pertemuan dengan Wakil Direktur IAEA Massimo Aparo.
"Tujuan dari kunjungan Wakil Direktur Jenderal IAEA ke Iran pekan lalu adalah untuk menyelesaikan format kerja sama antara Iran dan badan tersebut setelah serangan Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir damai Iran," kata Baghaei dalam sebuah pengarahan kepada para wartawan.
Dia melanjutkan bahwa kunjungan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan rencana tindakan dalam situasi pascaserangan seperti itu.
BACA JUGA: Situs Gunung Padang Masih Misterius, Ini Tiga Temuan Baru Peneliti
Untuk itu, kemungkinan satu putaran negosiasi antara Iran dan IAEA akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang.
Pada awal Agustus lalu, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan bahwa Teheran telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka siap untuk melanjutkan konsultasi teknis dengan agensi tersebut.
Dia juga mengatakan IAEA bersikeras agar inspekturnya dapat kembali ke situs nuklir Iran sesegera mungkin.
Sebelumnya pada 2 Juli, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan keputusan yang menangguhkan kerja sama Iran dengan IAEA.
Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa saluran untuk kerja sama tetap terbuka.
Iran dalam sejumlah kesempatan mengatakan bahwa kerja samanya dengan IAEA bersifat bersyarat untuk perlindungan fasilitas nuklir dan para ilmuwannya.
Penangguhan kerja sama dengan Badan tersebut terkait kelambanan IAEA dan Grossi atas serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir di Fordo, Isfahan dan Natanz.
Pada 13 Juni, Israel meluncurkan operasi militer melawan Iran, yang menargetkan fasilitas nuklir, komandan militer, fisikawan nuklir terkemuka dan pangkalan udara setelah menuduh negara itu menjalankan program nuklir militer rahasia.
Iran menolak tuduhan yang dilancarkan Israel itu. Selama 12 hari kemudian, kedua negara saling melakukan serangan, yang kemudian dicampuri AS dengan menyerang fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni.
Teheran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan udara AS Al Udeid di Qatar dan mengumumkan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk meningkatkan konflik lebih lanjut.
Setelah serangan ke Qatar, pada 23 Juni, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Israel dan Iran telah menyetujui gencatan senjata untuk mengakhiri "Perang 12 Hari."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bayern Munchen menegaskan Michael Olise tidak masuk daftar jual meski terus dikaitkan dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
RANS menerima pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti. Perseroan memastikan operasional tetap berjalan normal dan akan menggelar RUPS.
Kemnaker menargetkan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 untuk mencetak SDM siap kerja sesuai kebutuhan industri.
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga bahan bakar.