PSGS: Gempa Kembar Venezuela Jadi Peringatan bagi Indonesia
PSGS mengingatkan Indonesia perlu memperkuat mitigasi gempa setelah fenomena gempa kembar di Venezuela memicu kekhawatiran risiko serupa
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, PADANG—Tim gabungan pencarian yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Basarnas dan instansi terkait lainnya berhasil menemukan semua korban kapal karam di Selat Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar).
BACA JUGA: Disdikpora Bantul Bakal Beri Sanksi ke Sekolah yang Jual Seragam dan LKS ke Murid
"Alhamdulillah semua korban yang berjumlah 11 orang sudah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat," kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai Lahmuddin Siregar saat dihubungi di Padang, Selasa (15/7/2025)
Lahmuddin mengatakan para korban tersebut ditemukan dalam kondisi selamat setelah berenang menggunakan pelampung dan alat seadanya usai kapal yang mereka tunggangi karam. Para korban ditemukan di berbagai titik seperti di Dusun Guluk-Guluk, Dusun Mapinang dan saat ini sedang berkumpul di Dusun Pasapuat.
"Korban terakhir ditemukan tim SAR gabungan di Dusun Mangaungau," ujar Lahmuddin.
Saat ditemukan para korban dalam kondisi kurang sehat sehingga membutuhkan perawatan intensif dari tim medis. Rencananya tim pencarian akan membawa semua korban ke ibu kota kabupaten yang berada di Tuapeijat. Sebagai gambaran jarak dari lokasi penemuan korban ke ibu kota kabupaten memakan waktu sekitar 3,5 jam menggunakan kapal.
"Kita sudah menyiagakan ambulans di dermaga agar ketika mereka tiba langsung dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Sebagai informasi, kapal yang membawa 18 penumpang tersebut karam di sekitar Selat Sipora pada Senin siang (14/7) pukul 11.00 WIB. Tim SAR menduga kecelakaan kapal itu akibat cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Di saat bersamaan pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan identitas korban secara luas, dan menunggu informasi resmi dari tim pencarian dan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSGS mengingatkan Indonesia perlu memperkuat mitigasi gempa setelah fenomena gempa kembar di Venezuela memicu kekhawatiran risiko serupa
Proyek Groundsill Srandakan di Sungai Progo telah mencapai 79 persen. BBWSO mempercepat penyelesaian sebelum musim hujan tiba.
Swiss kalahkan Aljazair 2-0 di Piala Dunia 2026. Breel Embolo ungkap kunci kemenangan timnya.
Menhut Raja Juli Antoni klarifikasi isu keterlibatan OTT KPK Bupati Kuansing, ungkap kronologi pengembalian amplop.
Komdigi menegur dua operator seluler yang masih mengaktifkan kartu SIM tanpa registrasi biometrik sesuai aturan yang berlaku sejak 1 Juli 2026.
Kebakaran Rama Billiard & Cafe Jogja diduga dipicu gangguan listrik. Kerugian ditaksir lebih dari Rp20 miliar tanpa korban jiwa.