RI Mulai Bangun Kapal Selam Scorpene, First Steel Cutting Dimulai

Newswire
Newswire Jum'at, 03 Juli 2026 04:37 WIB
RI Mulai Bangun Kapal Selam Scorpene, First Steel Cutting Dimulai

Engineer PT PAL Indonesia melakukan pengelasan pertama plat HLES Proyek Kapal Selam Scorpene RI. (ANTARA/HO-PT PAL)

Harianjogja.com, JAKARTA — Indonesia resmi memasuki tahap pembangunan fisik dua unit kapal selam Scorpène setelah PT PAL Indonesia bersama perusahaan pertahanan asal Prancis, Naval Group, memulai proses first steel cutting pada Juli 2026. Tahapan ini menjadi penanda penting dimulainya konstruksi kapal selam modern di dalam negeri.

Menariknya, proses tersebut dimulai lebih cepat dari jadwal awal yang ditargetkan pada September 2026. Percepatan ini mencerminkan kesiapan teknis dan sumber daya yang telah dipersiapkan secara matang oleh kedua pihak.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, menjelaskan percepatan ini dimungkinkan setelah selesainya tahap qualification section. Tahapan ini mencakup verifikasi menyeluruh terhadap kesiapan sumber daya manusia, proses manufaktur, fasilitas produksi, hingga sistem pengendalian mutu sesuai standar global.

“Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi engineer Indonesia, memperkuat industri nasional, dan membangun ekosistem manufaktur berteknologi tinggi,” ujar Diana.

Alih Teknologi Mulai Terlihat Hasilnya

Keberhasilan menyelesaikan tahap qualification section juga menjadi bukti bahwa proses alih teknologi berjalan efektif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kemampuan insinyur Indonesia dalam menguasai teknologi manufaktur presisi tinggi.

Sebagai bagian dari program tersebut, puluhan insinyur PT PAL telah menjalani pelatihan intensif di fasilitas Naval Group di Prancis. Pelatihan mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pengelasan, rekayasa konstruksi, sistem mekanikal, kelistrikan, hingga pengendalian mutu.

Kompetensi yang diperoleh kemudian langsung diterapkan dalam proses produksi di dalam negeri, yang seluruhnya diverifikasi oleh tim Naval Group.

Program Director Naval Group, Vincent Vimont, menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan kesiapan PT PAL sebagai mitra strategis dalam pembangunan kapal selam modern.

“Kolaborasi ini bukan sekadar membangun dua unit kapal selam, tetapi juga membangun fondasi kemampuan industri yang berkelanjutan,” ujarnya.

Proyek Strategis Nasional Sejak 2024

Program Kapal Selam Scorpène merupakan tindak lanjut kontrak yang ditandatangani pada 2024 antara Kementerian Pertahanan, Naval Group, dan PT PAL Indonesia. Proyek ini mencakup pembangunan dua kapal selam dengan bobot sekitar 1.800 hingga 2.800 ton.

Seluruh proses produksi dirancang dilakukan di Indonesia melalui skema alih teknologi komprehensif, sehingga memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

PT PAL juga ditargetkan mampu mencapai whole local production, yakni kemampuan membangun kapal selam secara utuh di dalam negeri dengan penguasaan teknologi yang berkelanjutan.

Dampak Ekonomi dan Industri

Selain aspek pertahanan, proyek ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan. Lebih dari 2.000 tenaga kerja diperkirakan akan terserap, sekaligus mendorong keterlibatan berbagai industri nasional dalam rantai pasok.

Dengan dimulainya pembangunan kapal selam Scorpène, Indonesia tidak hanya memperkuat sistem pertahanan, tetapi juga mempercepat transformasi industri manufaktur berteknologi tinggi di dalam negeri.

.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online