Kementan Targetkan Tambahan 600.000 Sapi Perah hingga 2029
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Kapal tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KUPANG—Sembilan korban kapal wisata mati mesin di Laut Sawu selamat berkat koordinasi SAR Kupang dan dukungan KMP Lakaan, Minggu (16/11/2025). Adapun peristiwa itu terjadi pada Sabtu (15/11/2025) kemarin.
“Pagi tadi sembilan korban itu berhasil diselamatkan dan sudah tiba di Pelabuhan Tenau Kupang,” kata Kepala Kantor SAR Kupang Mexianus Bekabel di Kupang, Minggu (16/11/2025).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari para korban diketahui kapal wisata itu mati mesin di tengah laut akibat diterjang cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang.
Akibatnya kapal wisata yang hendak berlayar dari Kupang ke Ende itu kemasukan air laut, sehingga berpengaruh pada mesin kapal dan kestabilan kapal wisata itu.
Tim SAR yang berangkat dipimpin oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR Kupang Muhdar dan mengerahkan sejumlah personel serta kapal KN SAR Antareja 233.
Selain itu terlibat juga Bakamla Kupang, Balai Karantina Kesehatan Kelas 1 Kupang (BKK Kelas 1 Kpg), KSOP Kupang, dan SROP Kupang. Dukungan pertolongan juga datang dari Kapal Feri KMP Lakaan yang kebetulan melintasi lokasi kejadian tersebut.
“Proses pertolongan dan evakuasi juga tidak mudah, karena gelombang tinggi di tengah laut,” ujarnya.
Maxianus berterima kasih kepada semua pihak yang membantu proses evakuasi para korban kapal yang mati mesin itu. "Kami mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan dan terkhusus kepada nakhoda beserta kru KMP Lakaan atas kepedulian dan kecepatan tindakan mereka, sehingga seluruh korban berhasil diselamatkan dalam kondisi cuaca yang sangat sulit.” ucapnya.
Keberhasilan penyelamatan itu adalah bukti nyata sinergi yang baik antara potensi SAR dan masyarakat maritim. Mexianus menekankan pentingnya keselamatan pelayaran, dimana setiap kapal wajib dilengkapi dengan alat keselamatan, terutama Radio EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon).
Dengan alat tersebut, bila terjadi kecelakaan, sinyal bahaya akan terpancar dan posisi keberadaan kapal dapat segera diketahui.
“Kami juga mengimbau agar para nelayan dan operator kapal selalu berhati-hati dan rutin memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum memutuskan untuk berlayar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.