BPJS Kesehatan Kucurkan Rp100 Triliun untuk Kasus Penyakit Jantung
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Proses pencarian korban tertimbun longsor di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis, (5/12/2024). ANTARA/ (Aditia A Rohman)
Harianjogja.com, BEKASI— Kasus kejadian bencana alam di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 4 Desember 2024 semakin meluas, yang awalnya hanya tersebar di 22 kecamatan saat ini sudah ada 30 kecamatan yang terdampak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengatakan dari hasil evaluasi petugas penanggulangan gabungan, bencana hidrometeorologi didominasi oleh tanah longsor. "Namun dampak terparah ditimbulkan dari bencana banjir," katanya di Sukabumi, Kamis (5/12/2024).
BACA JUGA: BPBD Terbitkan SE Siaga Bencana, Ini 4 Titik Talut yang Berpotensi Ambrol di Jogja
Adapun data terbaru kasus kejadian bencana hidrometeorologi untuk bencana tanah longsor terjadi di 63 titik, banjir 30 titik, angin kencang 15 titik, dan pergerakan tanah di 16 titik.
Kemudian untuk jumlah korban terdampak bencana sebanyak 167 Kepala Keluarga (KK) dengan 437 jiwa dan yang mengungsi 92 KK atau 238 jiwa. Selanjutnya untuk jumlah warga yang terancam bencana sebanyak 140 KK dengan 230 jiwa. Korban meninggal dunia satu orang dan masih dalam pencarian dua orang.
Menurut Ade, mayoritas kejadian bencana tersebut terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, sementara untuk di utara intensitasnya terbilang kecil. Pada Kamis ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Danrem 061 Suryakencana, dan sejumlah pejabat lainnya sedang meninjau sejumlah lokasi bencana.
"Untuk warga yang mengungsi mayoritas penyintas bencana pergerakan tanah di Kecamatan Cikembar. Bantuan darurat secara bertahap sudah disalurkan kepada para korban terdampak bencana," ucapnya.
Di sisi lain, Ade mengimbau kepada warga untuk selalu waspada karena wilayah Kabupaten Sukabumi masuk zona merah cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, yang ditandakan dengan turun hujan deras disertai angin kencang dengan durasi yang lama atau bisa sampai seharian.
Karena itu masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti pesisir pantai, bantaran sungai, maupun perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan demi menekan kerugian maupun jatuhnya korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sarmuji resmi menjadi Menperin menggantikan Agus Gumiwang. Kadin meminta empat persoalan industri segera menjadi perhatian.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.
BPS mencatat inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan. Program MBG turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.