Mengapa SMA Garuda Pakai Kurikulum IB? Ini Kata Prabowo

Newswire
Newswire Jum'at, 14 Agustus 2026 16:27 WIB
Mengapa SMA Garuda Pakai Kurikulum IB? Ini Kata Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/bay/kye\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menegaskan SMA Unggul Garuda dirancang untuk menyiapkan generasi muda Indonesia menembus universitas-universitas terbaik dunia. Salah satu pembeda utama sekolah tersebut adalah penggunaan kurikulum International Baccalaureate (IB), kurikulum internasional yang disebut memiliki standar setara dengan sekolah-sekolah unggulan di berbagai negara.

Penjelasan tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat. Dalam kesempatan itu, Presiden memaparkan arah kebijakan pendidikan yang ditempuh pemerintah untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

"Apa yang membedakan karena SMA ini menggunakan kurikulum internasional, IB, yang sesuai dengan standar tertinggi, sama dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia dan kita siapkan mereka untuk masuk ke universitas-universitas yang terbaik di dunia," kata Prabowo.

SMA Garuda Disiapkan untuk Siswa Berbakat

Menurut Prabowo, SMA Garuda diperuntukkan bagi anak-anak Indonesia yang memiliki bakat serta kecerdasan istimewa. Program pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan ruang pengembangan yang sesuai dengan potensi akademik para siswa.

Pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan empat SMA Garuda yang tersebar di sejumlah daerah. Keempat sekolah tersebut berada di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; Bulungan, Kalimantan Timur; serta Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Keberadaan sekolah-sekolah tersebut menjadi bagian dari pengembangan pendidikan berbasis talenta yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing siswa Indonesia di tingkat global.

Transformasi SMA Garuda Menjangkau 15 Provinsi

Selain membangun sekolah baru, pemerintah juga menjalankan program SMA Garuda Transformasi. Program ini terus diperluas dan kini telah menjangkau 42 sekolah yang tersebar di 15 provinsi.

Prabowo menjelaskan jumlah tersebut terdiri atas 12 sekolah yang masuk program pada 2025 dan bertambah 30 sekolah lagi pada 2026. Pengembangan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas kepada lebih banyak peserta didik.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berupaya menyesuaikan dukungan pendidikan dengan kemampuan serta potensi yang dimiliki setiap siswa.

Prabowo Jelaskan Makna Keadilan dalam Pendidikan

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung konsep keadilan di sektor pendidikan. Menurut dia, keadilan tidak selalu berarti setiap anak menerima perlakuan yang sama, melainkan memperoleh dukungan sesuai kebutuhan masing-masing.

"Adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks kebijakan pendidikan yang memberikan ruang bagi pengembangan siswa sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki. Pemerintah menilai pendekatan tersebut dapat membantu peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang lebih sesuai dengan potensi mereka.

Beasiswa Garuda untuk Kampus Terbaik Dunia

Selain memperkuat pendidikan menengah melalui SMA Garuda, pemerintah juga memperluas akses pendidikan tinggi internasional melalui program Beasiswa Garuda. Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa Indonesia melanjutkan studi ke kampus-kampus terbaik dunia.

Prabowo mengungkapkan jumlah mahasiswa program sarjana atau S1 yang diberangkatkan melalui Beasiswa Garuda terus meningkat. Pada 2025 tercatat sebanyak 416 mahasiswa memperoleh kesempatan tersebut, sedangkan pada 2026 jumlahnya bertambah menjadi 515 mahasiswa.

Peningkatan jumlah penerima beasiswa itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan generasi muda Indonesia memperoleh pendidikan di perguruan tinggi kelas dunia.

Tujuh PTN Indonesia Masuk Jajaran Kampus Terbaik Dunia

Dalam pidato yang sama, Prabowo juga memaparkan perkembangan kualitas pendidikan tinggi di dalam negeri. Ia menyebut tujuh perguruan tinggi negeri Indonesia telah berhasil masuk kelompok 500 kampus terbaik dunia pada tahun ini.

Universitas Indonesia menempati peringkat 191 dunia. Sementara itu, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga masuk dalam kelompok 300 besar dunia.

Adapun Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember berada dalam kelompok 500 besar dunia. Data tersebut disampaikan sebagai gambaran perkembangan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional.

"Tentunya ini harus lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang," kata Prabowo.

Peningkatan kualitas perguruan tinggi di dalam negeri berjalan bersamaan dengan pengembangan SMA Garuda dan program Beasiswa Garuda. Kedua program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung pengembangan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa Indonesia di berbagai jenjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online