Sengketa Tanah di Jangkaran Jadi Fokus GTRA Kulonprogo
GTRA Kulon Progo mendorong konsolidasi lahan di Jangkaran dan Ngestiharjo untuk mempercepat kepastian hukum dan menyelesaikan sengketa tanah.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, BALI—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang wilayah selatan Kuta, Bali, pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 12.59 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 12.10 Lintang Selatan dan 114.38 Bujur Timur atau sekitar 379 kilometer selatan Kuta, Bali, dengan kedalaman 10 kilometer.
Peristiwa ini menambah rangkaian aktivitas gempa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelum gempa di Bali, BMKG juga mencatat gempa darat bermagnitudo 3,5 mengguncang wilayah Kota Bogor dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Pangandaran Diguncang M5,3
Sehari sebelumnya, Kamis (6/8/2026), gempa bumi bermagnitudo 5,3 juga terjadi di wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran. Meski guncangan dirasakan hingga sejumlah daerah di Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut memastikan tidak ada laporan kerusakan rumah warga maupun fasilitas umum.
Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa tersebut.
"Sampai dengan saat ini tidak ada laporan dari kecamatan/desa atas dampak dari gempa semalam," kata Abud Abdullah di Garut, Kamis.
Menurut dia, BMKG menginformasikan gempa berkekuatan M5,3 terjadi pada Rabu (5/8/2026) pukul 21.55 WIB. Titik gempa berada di koordinat 8,12 LS dan 107,91 BT atau sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 87 kilometer. Getarannya dilaporkan terasa hingga wilayah Garut.
BPBD Instruksikan Pemantauan Hingga Tingkat Desa
Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Garut langsung menginstruksikan seluruh jajarannya, termasuk pemerintah kecamatan dan desa, untuk melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi apabila terdapat kerusakan bangunan akibat guncangan.
"Memantau laporan dari seluruh kecamatan atas kemungkinan adanya dampak dari gempa bumi yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2026 pukul 21.55 WIB," katanya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal dan tidak berpotensi memicu tsunami. Meski demikian, guncangannya dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Barat.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa.
Warga Garut Rasakan Guncangan Cukup Kuat
Getaran gempa Pangandaran juga dirasakan warga di berbagai wilayah Kabupaten Garut. Salah seorang warga Garut, Agus, mengaku merasakan guncangan cukup kuat ketika berada di dalam ruangan.
Pengalaman serupa disampaikan Ayu Kusuma, warga Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Saat berada di rumah, ia merasakan getaran yang cukup besar meski berlangsung singkat.
"Guncangannya sangat besar, tapi tidak lama," katanya.
Dengan kembali terjadinya gempa di wilayah selatan Kuta, Bali, masyarakat diimbau terus mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan serta tetap menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan apabila terjadi gempa susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
GTRA Kulon Progo mendorong konsolidasi lahan di Jangkaran dan Ngestiharjo untuk mempercepat kepastian hukum dan menyelesaikan sengketa tanah.
Pemkot Jogja mengkaji penutupan bertahap sirip Malioboro. Hasto Wardoyo memastikan kebijakan diterapkan setelah solusi akses warga disiapkan.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari PT Blueray Cargo kepada oknum Ditjen Bea Cukai dengan memeriksa Iskandar HP Sitorus sebagai saksi.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Pelaku pencurian HP yang viral di Kasihan, Bantul, berhasil ditangkap polisi setelah rekaman CCTV dan informasi warga mengungkap identitasnya.