Komisi III DPR Setujui 14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc MA
Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc MA setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menyoroti salah satu hikmah dari repatriasi artefak budaya Indonesia dari negara tersebut ialah menguatnya kerja sama bilateral di bidang kebudayaan, khususnya arkeologi dan permuseuman.
“Repatriasi, yang sendirinya memang penting, mendatangkan potensi kerja sama di bidang lain, seperti pertukaran budaya antara para peneliti dan terlaksananya pameran atas hal-hal yang ditemukan dalam riset (terkait repatriasi),” ucap Gerritsen dalam sesi wawancara khusus bersama ANTARA di Jakarta, Senin.
Kerja sama tersebut muncul berkat interaksi yang panjang antara peneliti dari kedua negara untuk mempelajari dan memutuskan artefak-artefak bangsa Indonesia di Belanda yang harus dikembalikan, kata dia.
Berkat kerja sama dalam repatriasi pula, kapasitas para peneliti dan ahli permuseuman kedua negara akan berkembang. Terlebih, Indonesia dan Belanda sama-sama berkomitmen untuk memastikan supaya “museum di Belanda belajar dari museum di Indonesia, maupun sebaliknya,” kata Dubes Belanda.
Oleh karena itu, Gerritsen menegaskan komitmen Pemerintah Belanda untuk melanjutkan repatriasi artefak budaya RI yang masih ada di negara tersebut tanpa ditunda-tunda lagi, apalagi proses repatriasi dalam beberapa gelombang yang sudah berjalan selama ini berlangsung baik.
Selain itu ia mengatakan, pemahaman terkait sejarah kedua negara yang saling berkelindan selama ratusan tahun memberi bibit bagi berkembangnya karya-karya seni baru di berbagai bidang, misalnya di seni pertunjukan maupun arsitektur, sejak dahulu.
“Hal tersebut sudah terlihat dari langgam arsitektur ‘Amsterdam School’ yang terinspirasi dari pola-pola batik,” kata Gerritsen, menyoroti gaya arsitektur yang berkembang di Belanda pada dasawarsa 1910--1930.
Dubes juga menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam memajukan kerja sama bilateral di bidang budaya, khususnya terkait persoalan repatriasi artefak budaya.
Dalam gelombang repatriasi terbaru pada Oktober 2024, Pemerintah Kerajaan Belanda memulangkan 288 objek bernilai budaya Indonesia yang berada di Belanda sejak era kolonial, berdasarkan rekomendasi Komite Koleksi Kolonial Belanda.
Objek-objek budaya yang dipulangkan tersebut terdiri atas 284 objek bersejarah terkait Puputan Badung yang diboyong pulang pasukan kolonial Belanda usai menaklukkan Kerajaan Badung dan Tabanan di Pulau Bali pada 1906, serta empat arca Hindu-Buddha dari Jawa.
Pemulangan objek budaya tersebut menjadi yang kedua menyusul repatriasi pertama terhadap objek budaya Indonesia dari Belanda, pertengahan 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc MA setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.