Stok Melimpah, Mengapa Beras Premium Tetap Langka di Ritel Modern?
Beras premium langka di ritel modern bukan karena stok kosong. Harga beli distributor di atas HET membuat peritel enggan menyetok.
Ribuan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti pembukaan pelatihan manajerial di Pusdik Armed Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (17/7/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan merespons penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang saat ini berada jauh dari domisili hingga sampai ke luar pulau.
Pemerintah akan mengupayakan penyesuaian lokasi penempatan manajer dengan keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih yang paling dekat dengan domisili setelah pembangunan koperasi di berbagai wilayah selesai.
Zulhas mengatakan pemerintah telah mendengar berbagai keluhan mengenai penempatan manajer Kopdes/Kel Merah Putih yang jauh dari tempat tinggal. Persoalan tersebut juga telah dibahas dalam rapat koordinasi pemerintah.
“Banyak yang di luar, diskusi, pernyataan, yang kami bisa memahami. Penempatan manajer katanya yang jauh dari domisilinya. Kami dengar, kami memahami, tadi sudah rapatkan,” kata Zulhas saat ditemui di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurut dia, hal terpenting saat ini adalah para manajer yang telah mendapatkan penempatan menerima terlebih dahulu offering letter. Langkah tersebut diperlukan agar status mereka sebagai pegawai tetap berjalan.
Para manajer tersebut berstatus sebagai pegawai PKWT atau pegawai dengan perjanjian kerja waktu tertentu selama dua tahun di bawah Agrinas Pangan.
“Yang paling penting sekarang dari manajer-manajer itu ditempatkan, diterima dulu agar statusnya tetap sebagai pegawai PKWT, pegawai kontrak waktu tertentu, selama 2 tahun di bawah Agrinas Pangan,” ujarnya.
Penempatan Manajer Kopdes Akan Disesuaikan
Zulhas meminta para manajer yang sementara ini ditempatkan jauh dari domisilinya menerima penempatan tersebut terlebih dahulu. Setelah Kopdes/Kel Merah Putih di berbagai wilayah selesai dibangun, pemerintah akan kembali menyesuaikan lokasi penempatan.
“Nah, setelah itu nanti disesuaikan. Di mana nanti domisili dengan koperasi yang terdekat, akan disesuaikan tempatnya,” terangnya.
Dia mengatakan penyesuaian tersebut menjadi jawaban atas keluhan mengenai adanya manajer yang mendapatkan lokasi penempatan jauh dari tempat tinggal.
“Jadi setelah diterima akan disesuaikan, di mana domisilinya, di mana nanti koperasi yang terdekat, dia akan ditempatkan di situ,” kata Zulhas.
Dia mencontohkan seorang manajer yang berdomisili di Depok tetapi mendapatkan penempatan di Gorontalo. Menurutnya, lokasi tersebut terlalu jauh sehingga nantinya akan disesuaikan dengan koperasi yang lebih dekat.
“Misalnya ada satu contoh, tinggal di Depok, ditaruhnya di Gorontalo. Itu kejauhan, itu nanti akan disesuaikan, yang penting tempatnya sekarang dia tekan terima dulu [offering letter], agar status nggak gugur, nanti disesuaikan tempat yang terdekat,” jelasnya.
Lebih dari 30.000 Manajer Kopdes Telah Dilatih
Zulhas menjelaskan persoalan penempatan yang jauh dari domisili terjadi karena jumlah manajer yang telah dilatih lebih banyak dibandingkan Kopdes/Kel Merah Putih yang tersedia saat ini.
Dia menyebut lebih dari 30.000 manajer telah mengikuti pelatihan. Sementara itu, jumlah Kopdes/Kel Merah Putih yang tersedia belum sebanyak jumlah manajer tersebut.
Kondisi itu membuat lebih dari 1.000 manajer untuk sementara mendapatkan penempatan yang jauh dari domisili.
“Kan yang manajernya banyak, Kopdesnya masih lebih sedikit, makanya tempatnya agak jauh. Nanti kalau sudah Kopdesnya jadi yang dekat domisili dia, dia dipindah,” ujarnya.
Dengan demikian, penempatan jauh tersebut disebut bersifat sementara hingga tersedia titik Kopdes/Kel Merah Putih yang lebih dekat dengan domisili masing-masing manajer.
Simkopdes Sebut Domisili Jadi Salah Satu Pertimbangan
Sebelumnya, akun Instagram resmi Sistem Informasi Manajemen KopDes/Kel Merah Putih (Simkopdes), @simkopdes, melalui unggahan Minggu (27/9/2026), menjelaskan bahwa kedekatan domisili menjadi salah satu prioritas dalam penempatan manajer KDKMP.
Namun, penempatan tidak hanya mempertimbangkan jarak tempat tinggal. Pemerintah juga memperhitungkan kondisi keluarga, kesiapan bangunan, kapasitas wilayah, ketersediaan titik KDKMP, serta kebutuhan nasional.
Apabila titik KDKMP di wilayah asal belum tersedia, telah penuh, atau belum siap, manajer dapat ditempatkan di wilayah lain yang masih membutuhkan.
“Penempatan jauh tidak dimaksudkan sebagai penilaian terhadap kualitas maupun kemampuan manajer. Setiap penempatan memiliki peran yang sama penting dalam memastikan KDKMP dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Proses penempatan manajer Kopdes/Kel Merah Putih menggunakan metode Hungarian dan bipartite matchmaking. Sistem tersebut digunakan untuk mencari kombinasi penempatan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor secara keseluruhan.
Faktor tersebut meliputi kedekatan domisili, kesiapan bangunan KDKMP, ketersediaan kuota, serta keseimbangan kebutuhan antarwilayah.
Mayoritas Manajer Masih Berada Dekat Domisili
Data Simkopdes menunjukkan mayoritas manajer KDKMP tetap ditempatkan relatif dekat dengan domisili asal. Dari 28.620 manajer KDKMP yang telah ditempatkan, sebanyak 55,69% berada dalam jarak maksimal 10 kilometer dari domisili. Sementara itu, 71,91% manajer berada dalam jarak maksimal 50 kilometer dari tempat tinggalnya.
Jika dilihat berdasarkan wilayah administrasi, sebanyak 65,14% manajer tetap ditempatkan di kabupaten/kota asal. Kemudian, 88,28% masih berada di provinsi asal. Adapun sebanyak 11,27% manajer ditempatkan lintas provinsi.
Pemerintah menyatakan penempatan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan titik KDKMP. Untuk manajer yang saat ini berada jauh dari domisili, lokasi penempatan nantinya akan disesuaikan setelah titik Kopdes/Kel Merah Putih yang lebih dekat tersedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Beras premium langka di ritel modern bukan karena stok kosong. Harga beli distributor di atas HET membuat peritel enggan menyetok.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.