Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 2 Juli 2026, Tarif Rp12.000
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Kamis 2 Juli 2026 lengkap dengan jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp12.000.
Mantan Ketua Komisi Yudisial sekaligus Ketua Yayasan Badan Wakaf UII Suparman Marzuki memberikan ulasan dalam penyerahan SK Kenaikan Jabatan Akademik Profesor kepada Dosen Fakultas Hukum UII, Profesor Ridwan, Senin (6/11/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Mantan Ketua Komisi Yudisial sekaligus Ketua Yayasan Badan Wakaf UII Suparman Marzuki meminta profesor hukum UII ikut memberikan pandangannya terhadap carut marutnya kondisi hukum di Indonesia saat ini. Hal itu disampaikan Suparman dalam penyerahan SK Kenaikan Jabatan Akademik Profesor kepada Dosen Fakultas Hukum UII, Profesor Ridwan, Senin (6/11/2023).
Suparman meminta para profesor hukum UII ikut memberikan konstribusi dalam membangun tatanan hukum di Indonesia agar lebih baik lagi. Ia menyebut kondisi negara saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja.
“Apalagi peristiwa hukum belakangan. Saya kira para profesor Fakultas Hukum UII punya bobot untuk memberikan pandangan terhadap situasi saat ini yang luar biasa memalukan. Hukum menjadi instrumen dari kekuasaan yang mencabut proses demokrasi, mencabut prinsip negara hukum yang melibatkan pusat kekuasaan,” kata Suparman Marzuki.
Selain itu, ia mengingatkan kepada ahli hukum di UII terkait pesan moral dalam memberikan keterangan sebagai saksi ahli di persidangan. Ia termasuk orang yang tidak sepakat dengan ahli hukum memberikan keterangan di persidangan.
“Imbauan moril saya kira, memang 20 tahun Sarjana Hukum laku keras, terutama jadi ahli diminta untuk memberikan keterangan di persidangan. Termasuk administrasi hukum ini sangat sedikit jumlahnya,” katanya.
Sementara itu Rektor UII mengingatkan terkait pentingnya tawadlu intelektual. Sikap kerendahhatian atau tawaduk yang merupakah titik tengah antara kesombongan, di satu sisi, dan sikap mencela diri sendiri atau minder, di sisi lain. Orang yang tawaduk tidak menghargai dirinya sendiri terlalu berlebihan alias tidak menjadi sombong, dan juga tidak terlalu merendahkan diri sendiri yang memunculkan rasa malu atau minder.
“Begitu juga untuk konteks tawaduk intelektual. Ketika tawaduk intelektual hilang, maka orang dapat terjebak dua ekstrem. Di sisi ekstrem yang satu ada kekeraskepalaan yang tidak mau berubah karena merasa semua pengetahuan yang dimilikinya sempurna dan tanpa cacat,” katanya.
BACA JUGA : Senin Jalani Sidang Vonis, Kuasa hukum Sebut Lukas Enembe Sakit & Tak Bisa Hadir
Dengan bertambahnya Profesor Ridwan, maka UII mempunyai 38 profesor aktif. Jumlah itu menjadikan proporsi dosen dengan jabatan akademik profesor mencapai 4,7 persen (38 dari 800 orang). Dari 38 tersebut, proporsi terbesar, sebanyak 11 (atau 28,9 persen) berada di Fakultas Hukum UII. Saat ini, sebanyak 263 dosen berpendidikan doktoral. Sebanyak 69 berjabatan lektor kepala dan 118 lektor. “Mereka semua [187 orang] tinggal selangkah lagi mencapai jabatan akademik profesor,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Kamis 2 Juli 2026 lengkap dengan jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp12.000.
Pemda DIY belum mengangkat Guru Pendamping Khusus menjadi PPPK karena masih menghitung kemampuan anggaran dan kesiapan pelaksanaannya.
Stok beras Bulog mencapai rekor 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Serapan beras sudah 81,65 persen dari target pengadaan nasional.
SPMB 2026 di Kulonprogo menyisakan banyak sekolah kekurangan siswa. Regrouping SD dinilai mendesak, namun masih menghadapi penolakan masyarakat.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan hak banding Nadiem Anwar Makarim tetap berlaku meski hakim tidak menanyakan sikap atas putusan sidang.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.