Inspiratif, Siswi Madrasah Aliyah Tembus Paskibraka Nasional 2026
Khalyana Zahira, siswi MAN 1 Lubuklinggau, berhasil menjadi Paskibraka Nasional 2026 dan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BANGKOK— Delapan biksu meninggal dunia setelah rombongan peziarah ditabrak mobil bak terbuka yang dikemudikan seorang bocah berusia 11 tahun di Provinsi Mukdahan, Thailand timur laut. Kecelakaan tragis tersebut juga mengakibatkan tujuh biksu mengalami luka berat dan 20 lainnya menderita luka ringan.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat di wilayah Mueang. Saat kejadian, sebanyak 34 biksu tengah berjalan kaki di tepi jalan dalam perjalanan ziarah dari Provinsi Mukdahan menuju Provinsi Ubon Ratchathani.
Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, lima biksu meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit. Selain delapan korban tewas, tujuh biksu mengalami luka parah, sedangkan 20 orang lainnya selamat dengan luka ringan.
Hasil penyelidikan awal menyebutkan mobil bak terbuka tersebut dikemudikan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang membawa kendaraan milik ayahnya tanpa izin. Saat itu, bocah tersebut sedang melaju menuju pusat kota sebelum akhirnya menabrak rombongan biksu yang berjalan di pinggir jalan.
Seorang polisi lalu lintas yang melintas tidak lama setelah kecelakaan terjadi mengaku melihat sejumlah biksu terluka dan warga telah berkumpul di lokasi kejadian. Polisi tersebut kemudian berkoordinasi dengan aparat setempat, rumah sakit, dan tim penyelamat untuk mempercepat proses evakuasi serta penanganan para korban.
Hingga kini, aparat kepolisian Thailand masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk mendalami kronologi bocah berusia 11 tahun itu dapat membawa mobil bak terbuka milik ayahnya tanpa izin hingga menyebabkan kecelakaan yang menewaskan delapan biksu.
Bhiksu Thailand—atau yang sering disebut sebagai Phra—merupakan pilar spiritual yang sangat dihormati dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Negeri Gajah Putih. Mengenakan jubah berwarna oranye safron yang khas, mereka menjalankan tradisi Buddhisme Theravada dengan disiplin yang sangat ketat, termasuk menjalani 227 aturan kemurnian (Patimokkha).
Setiap pagi, sebelum matahari terbit, para bhiksu akan berjalan kaki tanpa alas kaki menyusuri jalanan desa atau kota untuk melakukan Pindapata, yaitu tradisi menerima dana makanan dari umat secara hening. Praktik ini bukan sekadar cara bertahan hidup, melainkan sebuah jembatan spiritual yang saling menguntungkan: umat awam mendapatkan kesempatan untuk menanam karma baik (merit-making), sementara para bhiksu dapat terus fokus pada meditasi dan pelestarian ajaran Buddha (Dhamma).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Khalyana Zahira, siswi MAN 1 Lubuklinggau, berhasil menjadi Paskibraka Nasional 2026 dan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI.
Cuaca panas dan polusi udara saat kemarau dapat memicu ISPA. Dokter membagikan cara menjaga kesehatan pernapasan dan daya tahan tubuh.
Savia Aulia Rahmawati, sinden cilik asal Ciledug, tampil di Istana saat HUT ke-81 RI dan mendapat respons positif dari Presiden Prabowo.
Tujuh orang meninggal dan beberapa lainnya terluka akibat desak-desakan di sebuah kuil di Bihar, India, setelah tiang listrik roboh.
Hari ketiga pencarian warga hilang di Hutan Pathuk Turi, Sleman, SAR gabungan menerjunkan delapan SRU dan tim vertikal.
Bapeten memastikan gempa NTT tidak memicu kenaikan paparan radiasi. Sebanyak 14 fasilitas radiasi berada di 8 kabupaten terdampak.