UII Lantik Dekan dan Wakil Dekan 2026-2030, Berikut Daftar Lengkapnya
UII melantik dekan dan wakil dekan periode 2026-2030. Simak daftar lengkap pimpinan baru di sembilan fakultas Universitas Islam Indonesia.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BANGKOK— Delapan biksu meninggal dunia setelah rombongan peziarah ditabrak mobil bak terbuka yang dikemudikan seorang bocah berusia 11 tahun di Provinsi Mukdahan, Thailand timur laut. Kecelakaan tragis tersebut juga mengakibatkan tujuh biksu mengalami luka berat dan 20 lainnya menderita luka ringan.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat di wilayah Mueang. Saat kejadian, sebanyak 34 biksu tengah berjalan kaki di tepi jalan dalam perjalanan ziarah dari Provinsi Mukdahan menuju Provinsi Ubon Ratchathani.
Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, lima biksu meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit. Selain delapan korban tewas, tujuh biksu mengalami luka parah, sedangkan 20 orang lainnya selamat dengan luka ringan.
Hasil penyelidikan awal menyebutkan mobil bak terbuka tersebut dikemudikan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang membawa kendaraan milik ayahnya tanpa izin. Saat itu, bocah tersebut sedang melaju menuju pusat kota sebelum akhirnya menabrak rombongan biksu yang berjalan di pinggir jalan.
Seorang polisi lalu lintas yang melintas tidak lama setelah kecelakaan terjadi mengaku melihat sejumlah biksu terluka dan warga telah berkumpul di lokasi kejadian. Polisi tersebut kemudian berkoordinasi dengan aparat setempat, rumah sakit, dan tim penyelamat untuk mempercepat proses evakuasi serta penanganan para korban.
Hingga kini, aparat kepolisian Thailand masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk mendalami kronologi bocah berusia 11 tahun itu dapat membawa mobil bak terbuka milik ayahnya tanpa izin hingga menyebabkan kecelakaan yang menewaskan delapan biksu.
Bhiksu Thailand—atau yang sering disebut sebagai Phra—merupakan pilar spiritual yang sangat dihormati dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Negeri Gajah Putih. Mengenakan jubah berwarna oranye safron yang khas, mereka menjalankan tradisi Buddhisme Theravada dengan disiplin yang sangat ketat, termasuk menjalani 227 aturan kemurnian (Patimokkha).
Setiap pagi, sebelum matahari terbit, para bhiksu akan berjalan kaki tanpa alas kaki menyusuri jalanan desa atau kota untuk melakukan Pindapata, yaitu tradisi menerima dana makanan dari umat secara hening. Praktik ini bukan sekadar cara bertahan hidup, melainkan sebuah jembatan spiritual yang saling menguntungkan: umat awam mendapatkan kesempatan untuk menanam karma baik (merit-making), sementara para bhiksu dapat terus fokus pada meditasi dan pelestarian ajaran Buddha (Dhamma).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
UII melantik dekan dan wakil dekan periode 2026-2030. Simak daftar lengkap pimpinan baru di sembilan fakultas Universitas Islam Indonesia.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dalam OTT Bupati Langkat terkait dugaan suap proyek di Dinas Pendidikan dan Perkim.
Kemenhut melepasliarkan lima Orangutan Kalimantan di TN Betung Kerihun usai rehabilitasi untuk memperkuat populasi satwa dilindungi di alam liar.
Program Magang Nasional 2026 dibuka dengan kuota 150.000 peserta. Simak cara daftar, jadwal seleksi, syarat, dan besaran gajinya.
Dishub Bantul mengoptimalkan parkir Pantai Parangtritis saat libur sekolah dengan papan petunjuk, evaluasi TPR, dan antisipasi rekayasa lalu lintas.