Jumlah Korban Bertambah, Lebih dari 2.600 Orang Tewas, 9.600 Terluka di Palestina

Reyhan Fernanda Fajarihza
Reyhan Fernanda Fajarihza Senin, 16 Oktober 2023 11:07 WIB
Jumlah Korban Bertambah, Lebih dari 2.600 Orang Tewas, 9.600 Terluka di Palestina

Salah satu lokasi di Yerusalem, Israel (IST)

Harianjogja.com, JAKARTA–Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan angka kematian korban serangan Israel ke Gaza telah meningkat menjadi lebih dari 2.600 orang dan koban luka 9.600 orang. 

Dikutip dari CNN pada Senin (16/10/2023), menurut para pekerja bantuaan kemanusiaan, kondisi di Gaza telah memburuk menjadi “bencana total” ketika puluhan ribu warga Palestina mencoba mengungsi ke selatan Gaza. Sebelumnya, Israel telah memerintahkan warga Palestina untuk meninggalkan Gaza bagian utara, di tengah persiapan mereka menggempur Hamas yang menguasai wilayah tersebut. 

“Dikatakan bahwa fase pertempuran berikutnya akan menampilkan lebih banyak serangan dan operasi darat yang signifikan,” demikian bunyi laporan CNN tersebut, Senin (16/10/2023). 

Baca Juga:  Sebagian Besar WNI di Palestina dan Israel Menolak Dievakuasi karena Merasa Aman

Sementara itu, menurut pejabat Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), tempat penampungan pengungsi di Gaza selatan tengah kelebihan beban dan kekurangan pasokan penting. “Kami mempunyai kapasitas yang sangat terbatas di wilayah selatan. Tidak ada tempat penampungan yang tersedia melihat jumlah pengungsi yang akan datang,” kata Lynn Hastings, Koordinator Residen dan Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina.  

Menurutnya, tempat itu juga mengalami kekurangan makanan, air, dan bahan bakar. Terdapat beberapa makanan dari tempat distribusi, tapi pihaknya tak bisa mengambil karena serangan terus-menerus terjadi. “Tanpa bahan bakar berarti tidak ada desalinasi, Gaza sangat bergantung pada desalinasi. Tanpa bahan bakar juga berarti tidak ada layanan kesehatan, karena Anda memerlukan listrik untuk menjalankan rumah sakit,” katanya. 

Baca Juga:  Israel Jatuhkan 6.000 Bom di Gaza Sejak Perang dengan Hamas

Pada hari Minggu waktu setempat, duta besar Israel untuk PBB mengatakan kepada CNN air telah dihidupkan kembali di Gaza selatan, tetapi dia tidak mengatakan apakah listrik telah menyala untuk desalinasi. Sementara itu, upaya diplomatik untuk mengatasi krisis ini semakin intensif. Mesir menghadapi tekanan untuk membuka koridor kemanusiaan, sementara para pejabat tinggi AS bertemu dengan para pemimpin di wilayah tersebut.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online