Sebagian Besar WNI di Palestina dan Israel Menolak Dievakuasi karena Merasa Aman

Newswire
Newswire Sabtu, 14 Oktober 2023 11:47 WIB
Sebagian Besar WNI di Palestina dan Israel Menolak Dievakuasi karena Merasa Aman

Massa melakukan foto bersama di sela-sela aksi damai menyuarakan dukungan untuk Palestina di Titik Nol Km, Jogja, Jumat (13/10/2023). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi.

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebagian besar Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Palestina dan Israel menolak untuk dievakuasi meski konflik kedua negara itu tengah memanas.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha, ratusan WNI yang tidak mau dievakuasi adalah warga Indonesia yang menikah dengan warga setempat atau yang telah memiliki pekerjaan tetap di Tepi Barat, Tel Aviv, dan Yerusalem.

“Tugas pemerintah adalah memberikan informasi mengenai penilaian situasi keamanan, tetapi pilihan (evakuasi) dikembalikan kepada masing-masing WNI. Kami tidak bisa memaksa,” ujar Judha dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (13/10/2023)

BACA JUGA: Israel Terbukti Gunakan Fosfor Putih untuk Serang Gaza Palestina

Menurut dia, sesuai dengan UU Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, pemerintah telah menyampaikan informasi terkini mengenai situasi keamanan di Palestina dan Israel serta mengimbau pada WNI agar segera meninggalkan wilayah konflik.

“Namun, berdasarkan informasi terkini, dari 133 WNI yang berada di luar Jalur Gaza, hanya empat orang yang ingin meninggalkan wilayah tersebut… sementara yang lainnya (menolak dievakuasi) karena merasa aman,” kata Judha.

Selain 133 WNI yang tersebar di sejumlah wilayah Israel dan Palestina, pemerintah mencatat 10 WNI berada di Jalur Gaza, yang menjadi sasaran utama serangan udara militer Israel ke Palestina.

Dengan begitu, tercatat total 143 WNI berada di wilayah konflik Israel-Palestina.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online