Harga iPhone 15 dan 16 Turun Setelah iPhone 18 Rilis, Ini Daftarnya
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Pendiri kelompok tentara bayaran swasta Wagner Yevgeny Prigozhin meninggalkan pemakaman sebelum pemakaman blogger militer Rusia Maxim Fomin yang dikenal luas dengan nama Vladlen Tatarsky, yang baru-baru ini tewas dalam serangan bom di sebuah kafe St Petersburg, di Moskow, Rusia, 8 April , 2023. REUTERS/Yulia Morozova/
Harianjogja.com, SOLO—Pemimpin tentara bayaran Group Wagner, Yevgeny Prigozhin, masih sembunyi di Belarusia setelah melalukan pemberontakan.
Dilansir dari NY News, Prigozhin takut dengan hukuman mati yang akan dilakukan oleh Vladimir Putin dan sejumlah pemimpin Kremlin yang marah atas tindakan pemberontakan yang ia lalukan.
Bukan isapan jempol, laporan menyebut jika Rusia saat ini tengah merencanakan untuk membunuh pemimpin Grup Wagner Yevgeny Prigozhin setelah pemberontakan yang dia lakukan bulan lalu.
BACA JUGA: Sosok Pentolan Yevgeny Prigozhin, Dari Koki Putin hingga Milisi Wagner
Dinas Keamanan Federal Rusia telah ditugaskan untuk membunuh pemimpin kelompok tentara bayaran yang sekarang diasingkan ke Belarusia.
Meski demikian, perintah resmi belum diberikan oleh Vladimir Putin sehingga eksekusi Prigozhin masih menunggu waktu.
“Mereka akan membutuhkan waktu untuk memiliki pendekatan yang tepat dan untuk mencapai tahap ketika mereka siap untuk menambah operasi besar,” kata Mayor Jenderal Kyrylo Budanov, kepala Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina, kepada The War Zone.
“Tapi sekali lagi, saya ingin menggarisbawahi bahwa ini adalah pertanyaan terbuka yang besar. Akankah mereka berhasil memenuhi itu? Akankah mereka berani melaksanakan perintah itu?” ia menambahkan.
Prigozhin diasingkan di Belarusia di mana dia tinggal dengan anggota-anggota tertinggi pasukan tempurnya setelah pemberontakan yang gagal.
Budanove juga mengatakan jika Prigozhin menciptakan masalah bagi Ukraina di masa depan, karena kelompok tentara bayaran akan memimindahkan operasi mereka ke Afrika.
“Apa yang akan terjadi selanjutnya adalah mayoritas personel yang sebelumnya terlibat dalam pertempuran di Ukraina akan dipindahkan selangkah demi selangkah ke Afrika untuk membangun operasi di sana,” kata Budanov.
BACA JUGA: Wagner Mundur dari wilayah Rusia, Putin: Untuk Hindari Pertumpahan Darah
Di sisi lain, markas kamp milik tentara bayaran Rusia, Grup Wagner, di Belarusia muncul ke publik. Markas itu berupa ratusan renda yang terpantau satelit beresolusi tinggi.
Citra satelit menunjukkan aktivitas di bekas pangkalan militer sekitar 13 mil (21 km) dari Kota Asipovichy - sekitar 64 mil dari Minsk, Ibu Kota Belarusia. Daerah tersebut telah dilaporkan media Rusia sebagai tempat yang dapat menampung para pejuang Wagner.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
KPK menyita Rp2 miliar dari BR dalam penyidikan dugaan korupsi digitalisasi SPBU Pertamina periode 2018–2023.
Ambulans Yayasan Lazia Pioner LHI dilempar pemotor di Gamping, Sleman. Pintu kendaraan penyok dan polisi memburu terduga pelaku.
Kebiasaan menghadapi orang pesimistis bisa menguras emosi. Simak lima cara menjaga batasan dan suasana hati menurut psikolog.
Kuota BBL Bantul 2027 belum ditetapkan. Sebanyak 10 kelompok nelayan berizin menunggu kepastian untuk kembali menangkap benih lobster.
Simak daftar 10 penguasa monarki terkaya di dunia. Kekayaannya ditaksir mencapai puluhan miliar dolar AS, tetapi sejumlah angka masih diperdebatkan.