Waspada Ekstensi Chrome, Riwayat Pencarian Pengguna Bisa Dipantau
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Pesawat maskapai Garuda Indonesia berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (20/12/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA—Emiten maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merampungkan pembayaran utang terhadap 254 kreditur kecil. Hal itu bisa dilakukan karena maskapai ini memiliki kas jumbo setara Rp6,2 triliun.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan sejalan dengan kinerja usaha yang semakin solid, Garuda Indonesia pada akhir Maret 2023 telah menyelesaikan pemenuhan kewajiban terhadap kreditur yang termasuk dalam klasifikasi kreditur dengan nilai tagihan hingga Rp255 juta.
BACA JUGA: Garuda Indonesia Masih Merugi Rp1,6 Triliun
Pemenuhan kewajiban tersebut sejalan dengan Perjanjian Perdamaian PKPU yang sebelumnya telah disahkan melalui putusan homologasi PN Jakarta Pusat, dan dalam implementasinya turut diselaraskan dengan fokus misi transformasi yang berjalan.
Penyelesaian kewajiban Garuda Indonesia tersebut telah dirampungkan terhadap 254 kreditur yang memiliki nilai tagihan hingga Rp255 juta, dengan total nilai tagihan yang dibayarkan mencapai hingga Rp15.432.720.782.
“Dirampungkannya pemenuhan kewajiban Garuda Indonesia terhadap kreditur dengan nilai tagihan hingga Rp255 juta tersebut menjadi penanda penting atas capaian akselerasi kinerja usaha yang semakin solid, khususnya dalam menjalankan misi transformasi menjadi entitas bisnis yang semakin agile dan adaptif serta memenuhi kewajiban usahanya kepada seluruh kreditur," ungkapnya.
BACA JUGA: Garuda Indonesia Bakal Sewa 9 Pesawat Baru untuk Layani Jemaah Haji 2023
Sementara itu, GIAA mencatatkan pertumbuhan arus kas yang positif sepanjang kuartal I/2023. Hal tersebut didorong oleh peningkatan trafik penumpang yang signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), kas dan setara kas GIAA pada akhir periode tercatat sebesar US$428,23 juta atau sekitar Rp6,2 triliun. Kas tersebut melonjak 408,19 persen secara year-on-year (yoy) dibanding periode sama di tahun sebelumnya yakni US$84,26 juta.
Sementara itu, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan berbalik positif menjadi US$5,7 juta, dibanding kuartal I/2022 yang negatif US$10,16 juta.
Sedangkan arus kas dari aktivitas operasi penerimaan kas dari pelanggan tercatat sebesar US$641,52 juta, atau naik 68,03 persen yoy dibanding periode sama tahun 2022 sebesar US$381,77 juta.
Pembukuan kas positif ditopang oleh peningkatan trafik penumpang yang berhasil dicatatkan Garuda Indonesia pada kuartal I/2023 yang sebanyak 4,5 juta penumpang atau tumbuh sekitar 60 persen jika dibandingkan periode yang sama pada kuartal I/2022 sebesar 2,7 juta penumpang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Puskesmas Girimulyo II Kulonprogo melayani hingga 150 pasien per hari saat imunisasi, tetapi masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan.
Donald Trump mengancam memveto inisiatif undang-undang Demokrat jika partai oposisi menguasai mayoritas Kongres AS.
Pemkab Kulonprogo menargetkan 1.554 kasus pertanahan tuntas pada 2029 demi kepastian hukum warga dan mendorong investasi.
Helikopter Mi-17V5 mengalami kecelakaan saat pemadaman karhutla di Seruyan, Kalteng. Satu personel meninggal dan proses evakuasi berlangsung.
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan se-DIY memperkuat koordinasi untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan melindungi pekerja.