Ekonom Indef Usul Agar Kabinet Prabowo Tak Terlalu Gemoy, Ini Dampaknya
Pembentukan kabinet pemerintahan mendatang lebih baik dirampingkan atau tidak gemoy. Hal itu bertujuan untuk mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang efektif
Tangkap layar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam APBN Kita September 2022./Bisnis-Ni Luh Anggela
Harianjogja.com, JAKARTA — Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mencatatkan keseimbangan primer surplus Rp339,4 triliun per September 2022.
Keseimbangan primer adalah selisih dari total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Dengan posisi keseimbangan primer surplus ini menunjukkan pemerintah telah mampu menjaga pendapatan lebih besar dari pengeluaran.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan keseimbangan primer pada September 2022 ini naik dari posisi Agustus 2022 yang surplus Rp342,1 triliun.
Sementara jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, capaian ini membalik keadaan karena pada tahun lalu keseimbangan primer per September 2021 negatif Rp198,3 triliun.
Seiring membaiknya keseimbangan primer, Sri Mulyani juga menjabarkan APBN per September 2022 tetap mengalami surplus sebesar Rp60,9 triliun. Meski demikian, capaian ini turun dari posisi Agustus 2022 yang surplus Rp107,4 triliun atau 0,58 persen terhadap PDB.
Dia menjabarkan, pada bulan lalu pendapatan negara mencapai Rp1.974,7 triliun dan belanja negara sebesar Rp1.913,9 triliun.
Pendapatan negara tercatat tumbuh 45,7 persen (year-on-year/YoY) dan belanja negara naik 5,9 persen (YoY).
BACA JUGA: PSI Pengin Nempel ke Gibran, Siap Dukung untuk Pilgub DKI atau Jateng
“Surplus ini sudah lebih rendah dari bulan sebelumnya. Namun, ini adalah situasi yang jauh lebih baik dibandingkan September tahun lalu kita defisit Rp451,9 triliun,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Jumat (21/10/2022).
Sri Mulyani menyebut bahwa sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) per September 2022 mencapai Rp490,7 triliun. Angkanya bertambah dari posisi Agustus 2022 senilai Rp394,2 triliun dan naik tinggi dari posisi September 2021 yakni Rp169,9 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pembentukan kabinet pemerintahan mendatang lebih baik dirampingkan atau tidak gemoy. Hal itu bertujuan untuk mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang efektif
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.