Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi massal untuk kalangan perbankan dan bursa saham di BEI, Rabu (31/3/2021)./Youtube-Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA - Publik dinilai masih puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Ma\'ruf Amin.
Hal itu tercermin dari hasil survei yang dilakukan Y-Publica. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma\'ruf disebutkan mencapai 80,2 persen.
"Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi menembus 80 persen, atau mencapai posisi tertinggi dalam setahun terakhir," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (26/5/2021).
Setelah sempat turun pada survei bulan Juli 2020, kepuasan publik terhadap Jokowi terus bergerak naik.
Sebaliknya, publik yang merasa tidak puas terus berkurang, kini hanya sebanyak 17,0 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 2,8 persen.
Menurut Rudi, tingginya kepuasan publik tidak bisa dilepaskan dari berbagai jurus yang diambil Presiden Jokowi, khususnya dalam menangani pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi yang timbul.
Kurva kasus Covid-19 dinilai telah mencapai puncak dan bergerak turun sejak Februari 2021. Penurunan tersebut terjadi di tengah bayang-bayang gelombang kedua yang melanda India dan lonjakan kasus di negara-negara kawasan.
Indonesia juga relatif memimpin dalam upaya vaksinasi dibandingkan negara jiran di ASEAN. Hubungan diplomasi yang terjalin baik dengan negara-negara produsen vaksin membuat pemerintah lebih awal mendatangkan stok vaksin ke Indonesia.
Sementara itu, kata Rudi, pertumbuhan ekonomi terus bergerak naik meskipun masih berada dalam zona negatif. Sejak pandemi Covid-19 melanda, ekonomi anjlok dan Indonesia masuk ke jurang resesi.
"Kini pelan-pelan Indonesia telah bangkit dengan pertumbuhan Kuartal I 2021 sebesar -0,74 persen," ujarnya.
Di sisi lain, Rudi menambahkan, ancaman gelombang kedua Covid-19 tidak dapat diremehkan. Lebih-lebih dengan munculnya varian virus yang lebih berbahaya seperti dari India.
"Pemerintah diharapkan tidak kendor, termasuk upaya larangan mudik baru-baru ini," kata Rudi.
Demikian pula, dengan upaya pemulihan ekonomi yang masih dibayang-bayangi pandemi.
"Di tengah optimisme dalam sejumlah proyeksi ekonomi 2021, publik masih mempertanyakan target tinggi pertumbuhan 7 - 8 persen pada Kuartal II 2021," ucapnya.
Survei Y-Publica dilakukan pada 1 — 10 Mei 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.
Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.