Harga Beras Naik Meski Stok Melimpah, Ini Penyebabnya
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
Siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Pasawahan mengerjakan tugas sekolah di pos kamling Desa Pasawahan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis, (16/7/2020). Pelajar yang tinggal di desa terpecil terpaksa mengerjakan tugas sekolah di luar rumah lantaran keterbatasan jaringan internet sedangkan sekolah hanya bisa memfasilitasi kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring mengunakan aplikasi WhatsApp Grup serta Facebook Messenger. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Harianjogja.com, JAKARTA – Setelah diundur selama hampir sepekan, Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Setelah Vaksinasi Covid-19 bakal diluncurkan hari ini.
Empat menteri yang terlibat pada peluncuran SKB hari ini, Selasa (30/3/2021) yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri AgamaYaqut Cholil Qoumas, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Sebelumnya, SKB direncanakan diterbitkan hari ini, Rabu (24/3/2021).
Beberapa hal yang dipertimbangkan antara lain lantaran selama pandemi pengaruh yang sangat besar terhadap pelaksanaan pendidikan, terutama karena sekolah harus tutup untuk mencegah penyebaran virus di kalangan pelajar, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Sebelumnya, Nadiem Makarim mengatakan bahwa sudah sejak Januari semua sekolah sudah boleh menggelar belajar tatap muka. Wewenang membuka sekolah sudah diserahkan kepada pemerintah pusat ke pemerintah daerah.
“Jadi mohon tanya pemda masing-masing kenapa belum buka,” tegasnya saat Live Instagram bersama Youtuber Jerome Polin, Senin (29/3/2021).
Mas Menteri, sapaan akrabnya, mengatakan pemerintah tengah mendorong vaksinasi untuk kalangan guru.
“Guru sudah masuk prioritas dan Presiden juga dukung agar 5,5 juta guru pada Juni sampai Juli sudah semua divaksin, jadi yang udah vaksin harusnya bisa langsung buka sekolah,” kata Nadiem.
Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan proses belajar mengajar bisa kembali normal atau dapat dilaksanakan secara tatap muka pada semester kedua 2021.
“Tenaga pendidik, kependidikan, guru ini kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan,” kata Jokowi.
Presiden memberi target vaksinasi terhadap guru, tenaga pendidik dan kependidikan dapat mencapai 5 juta orang pada Juni 2021. Setelah itu, proses belajar tatap muka diharapkan dapat mulai dilaksanakan pada Juli 2021.
Tapi, Nadiem mengingatkan, sekolah yang sudah dibuka pun tetap harus membatasi agar semua peserta didik dan pendidik tidak berkumpul, nongkrong di kantin, dan tidak melaksanakan ekskul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.